Retno Damayanthi

…my hope, thoughts, and inspiration.

Apa itu Etos Kerja?

GloriaNet - Mestinya kita tak perlu malu untuk bertanya mengenai hal-hal yang belum kita ketahui. Menurut Max Weber, pakar manajemen, ETOS KERJA diartikan: perilaku kerja yang etis yang menjadi kebiasaan kerja yang berporoskan etika.

Dengan kata lain yang lebih sederhana, etos kerja yaitu semua kebiasaan baik yang berlandaskan etika yang harus dilakukan di tempat kerja, seperti: disiplin, jujur, tanggung jawab, tekun, sabar, berwawasan, kreatif, bersemangat, mampu bekerja sama, sadar lingkungan, loyal, berdedikasi, bersikap santun, dsb.

Seorang pekerja atau pemimpin betapa hebat kepandaian/kecakapannya, tetapi tidak jujur atau tidak bertanggung jawab, tidak disiplin atau tidak loyal, misalnya apalagi tak mampu bekerja sama, pasti merugikan perusahaan. Dan hal ini tidak dikehendaki terjadi.

Tanpa etos kerja tinggi seperti disebutkan di atas perusahaan tak mungkin meningkatkan produktivitas sebagaimana yang diharapkan. Kinerja (performance) sangat ditentukan oleh etos kerja.

Menumbuhkan etos kerja kepada bawahan memang gampang-gampang sulit. Karena etos kerja tak dapat dipaksakan. Harus tumbuh dari dua pihak: atasan dan bawahan.

Gaji tinggi tidak menjamin terciptanya etos kerja yang baik. Mengapa? Seorang pimpinan perlu berhati-hati melaksanakan recruitment. Perlu selektif, apakah kemampuan calon sesuai dengan jenis pekerjaan yang dibutuhkan. Memiliki motivasi tinggi, daya tahan kerja, mau mengembangkan diri, mampu bekerja sama, dan sebagainya. Apakah dia sesuai dengan bidang/tugas yang akan diembannya. Karena kalau tak cocok, justru tak akan bersemangat dan hal ini berbahaya, karena tak mencintai pekerjaannya sehingga tak memiliki sense of belonging.

Job description harus jelas, jangan sampai tugasnya tumpang tindih dan terjadi overload. Harus ada pendelegasian tugas sehingga ia bisa kreatif dinamis. Atasan perlu memberi perhatian, sentuhan-sentuhan dan juga memanusiakan (nguwongake, bahasa Jawa) atau menghargai bawahan, sehingga ia akan bekerja produktif. Perlu ada dialog yang kontinyu sehingga ada kerja sama dan tanggung jawab. Bersikap adil dan bijaksana sehingga tercipta loyalitas dan dedikasi. Bersikap tegas sehingga bawahan akan disiplin.

Akhirnya, atasan perlu menjadi teladan sehingga mampu menciptakan filosofi atau budaya perusahaan yang baik.

Memimpin manusia memang tidak mudah. Apalagi memotivasi bawahan untuk menciptakan etos kerja yang baik. Tetapi, kita perlu berusaha dan mencobanya. Anda berani mencoba? Silakan dan semoga berhasil! (GCM/Magdalena/Bahana)

About these ads

July 11, 2008 - Posted by | Dunia Kerja

15 Comments »

  1. Etos kerja memang harus diciptakan oleh kedua belah pihak. Atasan dan bawahan. Menurut saya, atasan jangan terlalu menuntut bawahan untuk memiliki etos kerja melainkan harus memberi contoh yang baik. Jangan hanya bisa memberi perintah, memberi contoh akan lebih baik dan efektif untuk menanamkan etos kerja pada bawahan. Kalau atasannya saja bekerja malas2an, suka menghilang pada jam kantor, hanya menjadi perantara pekerjaan yakni semua pekerjaan dibebankan pada bawahan, wah kasihan sekali bawahan. Malah banyak atasan yang memperlakukan bawahan sebagai pesuruh yang bisa disuruh apa saja termasuk yang di luar pekerjaan. Keterlaluan!

    Jadi emosi nih, soalnya atasan saya sebelumnya seperti itu. Jadi nggak semangat kerja. Karena semua kerjaan dibebankan kepada saya. Makanya saya resign. Sekarang saya sudah bekerja di tempat lain yang keadaannya kondusif. Atasan dan bawahan bersama-sama membangun suasana bekerja yang friendly. :-)

    Nice posting!
    salam

    Comment by Icha | July 12, 2008 | Reply

  2. JD (Job description), memang ada, tetapi sering pekerjaan yang dilakukan sehari-hari berbeda dengan JDnya,tergantung bosnya, jadi JD hanya pelengkap saja, apalagi bosnya otoriter. he he he. Sense of belonging?!, juga ungkapan sehari-hari, namun pelaksanaannya, sense of belonging beneran he he he.
    Postingan ini sangat bagus, dan semoga dibaca para bos dan pegawai, kemudian sadar dan dilaksanakan.

    Comment by Singal | July 13, 2008 | Reply

  3. Icha,
    memang banyak atasan yang otoriter seperti itu. Maunya menuntut saja, padahal belum bisa memberi contoh yang baik. Untung deh Icha sudah pindah kerja dan sekarang mendapat atasan yang baik. :-) Selamat bekerja ya..

    Pak Singal,
    Terima kasih commentnya..dan memang benar seharusnya Job Description harus jelas. Sense of belonging juga jangan yang negatif hehe..nanti barang2 di kantor pindah tempat semua. Hehehe…

    Comment by Retno Damayanthi | July 14, 2008 | Reply

  4. etos bukannya artinya “keras”? eh itu mah atos yak??
    Makanya orang pada kerja yang bener yak! Atasan dan bawahan semua harus kerja dengan benar biar ngak magabut (makan gaji buta) Setujuuu??!!!

    salam kenal ^v^

    Comment by rio | July 16, 2008 | Reply

  5. Halo Enno, tanya dikit soal etos kerja ya, apakah ada hubungan antara posisi geografis suatu bangsa dengan etos kerja mereka? Konon orang-orang dari bangsa yang hidup di bagian Utara bumi (mendekati Kutub) punya etos kerja yang lebih bagus daripada yang hidup di daerah tropis (seperti bangsa kita). Thanks!

    Comment by Anton H Biantoro | July 16, 2008 | Reply

  6. Rio, setujuuuu..!

    Selamat siang Kabadan, sebenarnya saya sudah mencari2 data mengenai hubungan antara posisi geografis suatu bangsa dengan etos kerja namun sayang sekali saya tidak dapat menemukannya. Jadi saya akan coba jawab dengan pemikiran saya sendiri.

    Di bumi bagian utara atau selatan yang mendekati kutub memiliki 4 musim, kehidupannya lebih sulit dibandingkan kita yang hidup di daerah tropis dengan 2 musim. Di mana pada musim panas, suhunya bisa sampai 40 derajat, sedangkan musim dinginnya bisa sampai dibawah 0 derajat. Perbedaan suhu yang sangat tinggi membuat mereka harus berusaha keras dalam bertahan hidup sehingga terbentuk orang2 yang tangguh, disiplin dan pekerja keras. Sikap mereka ini pun tercermin dalam etos kerja mereka.

    Sedangkan di negara tropis seperti Indonesia, tanahnya subur, sumber daya alamnya banyak, tidak perlu bersusah payah tidak akan kelaparan. Range suhunya juga tidak jauh mungkin hanya naik turun sekitar 10-15 derajat sepanjang tahun. Kehidupan yang dimanjakan alam ini konon menyebabkan terbentuknya pribadi2 yang tidak tangguh dan cenderung malas.

    Sehingga menurut saya sebenarnya bukan hanya sisi geografis yang menyebabkan perbedaan karakter yang mempengaruhi etos kerja, melainkan berat tidaknya kehidupan yang dilalui oleh seseorang. Seperti kata pepatah “gelombang laut yang besar menghasilkan nahkoda yang handal”. Semoga jawaban saya memuaskan.

    Terima kasih.

    Comment by Retno Damayanthi | July 18, 2008 | Reply

  7. Hallo Retno,

    Wah Ret, kalau bicara etos kerja di negara kita memang sangat menarik dan memunculkan pertanyaan. Karena kita ingin tahu etos kerja kita, seberapa jauh/kuat etos kerja dalam menjalankan tugas kita? itu yang harus dijawab oleh masing masing individu. Ada terbersit sebuah pertanyaan Ret, apakah ada hubungan etos kerja dengan gaji? Topic ini menarik untuk di diskusikan. Good luck ya…

    salam

    erko

    Comment by erko | July 18, 2008 | Reply

  8. Hallo mas Erko,
    makasih ya udah mengunjungi blog saya. Mengenai hubungan Etos Kerja dengan gaji..hmm menarik juga ya.. :-)
    Menurut saya, ada hubungannya juga. Kita kerja kan tujuannya untuk mendapat penghasilan. Kalau gaji kecil, kita jadi banyak pikiran dan gak bisa total dalam bekerja, karena pikiran sibuk memikirkan bagaimana caranya mendapat penghasilan tambahan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Tapi kalau gaji besar, hidup jauh lebih tenang, bisa konsentrasi penuh lah dalam bekerja (seharusnya) tapi ada juga sih yang gajinya sudah besar tapi masih mengeluh terus. Jadi ya….semua tergantung kepribadian masing2..
    Menurut mas Erko bagaimana?

    Comment by Retno Damayanthi | July 18, 2008 | Reply

  9. Menurut saya seh etos kerja dpt berjalan jika diimbangi dgn penghargaan yg diberikan perusahaan kepada karyawannya seimbang.
    tapi keknya ga mungkin seimbang, krn mana ada perusahaan yg mau begitu.. :D

    Salam kenal yah mbak ;)

    Comment by Manik | July 24, 2008 | Reply

  10. memang banyak atasan yang otoriter seperti itu. Maunya menuntut saja, padahal belum bisa memberi contoh yang baik. Untung deh ayas sudah pindah kerja dan sekarang mendapat atasan yang baik. insya allah bulan depan saya jadi atasanya, hehehehehehe

    Comment by Yanuar | October 20, 2008 | Reply

  11. saya merasa terbantu dengan tulisan ibu,memang dalam dunia kerja kadang gampang2 susah “memanage”orang yang notabenenya karyawan kita.Sopan santun harus kita terapkan.Kita harus bisa memotivasi karyawan kita bahwa kerja adalah ibadah…. setuju bu?….tq

    Comment by sarlan | June 21, 2009 | Reply

  12. kalau boleh tanya,pa sih hubungan etos kerja dngan disiplin kerja itu…
    thax

    Comment by shelvi | December 24, 2012 | Reply

  13. ada g sihhh korelasi anatara etos kerj dan budaya..khususnya budaya pop???

    Comment by nna_Milky | May 16, 2013 | Reply

  14. hello

    Comment by snowlyjam | July 8, 2013 | Reply


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: