Retno Damayanthi

…my hope, thoughts, and inspiration.

BUNGA

Semalam untuk pertama kalinya kami bertengkar
dan ia melontarkan kata-kata menyakitkan.
Aku tahu ia menyesali perbuatannya
karena hari ini ia mengirim aku bunga.

Aku mendapat bunga hari ini.
Ini bukan ulangtahun perkawinan kami atau hari istimewa kami.
Semalam ia menghempaskan aku ke dinding dan mulai mencekikku
Aku bangun dengan memar dan rasa sakit sekujur tubuhku.
Aku tahu ia menyesali perbuatannya
karena ia mengirim bunga padaku hari ini.

Aku mendapat bunga hari ini,
padahal hari ini bukanlah hari Ibu atau hari istimewa lain.
Semalam ia memukuli aku lagi, lebih keras dibanding waktu-waktu yang lalu.
Aku takut padanya tetapi aku takut meningggalkannya.
Aku tidak punya uang.
Lalu bagaimana aku bisa menghidupi anak-anakku?
Namun, aku tahu ia menyesali perbuatannya semalam,
karena hari ini ia kembali mengirimi aku bunga.

Ada bunga untukku hari ini.
Hari ini adalah hari istimewa : inilah hari pemakamanku.
Ia menganiayaku sampai mati tadi malam.
Kalau saja aku punya cukup keberanian dan kekuatan untuk meninggalkannya,
aku tidak akan mendapat bunga lagi hari ini…

Puisi ini adalah puisi yg dibuat oleh seorang perempuan untuk para perempuan. Diposting oleh seorang perempuan di http://simplychi. wordpress. com/2008/ 04/28/untuk- wanita/
Dan di copy paste (oleh saya) perempuan juga untuk disebarkan ke para perempuan lain.

STOP KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN…!

About these ads

July 19, 2008 - Posted by | Selingan

20 Comments »

  1. sampai merinding bacanya..
    nice post :-)

    Comment by Rosalina | July 19, 2008 | Reply

  2. Eno, perempuan harus punya sikap. Jangan mau dipukulin. Makanya sekarang semakin banyak wanita yang berusaha mempunyai penghasilan sendiri dan makin banyak juga yang jago bela diri haha… Berdoalah mendapatkan pasangan yang menjaga lahir batin ya..

    Comment by Yuline Monako | July 19, 2008 | Reply

  3. Rosalina,
    memang kita para perempuan harus berani membela diri kita sendiri. “Suami” seharusnya menjadi pelindung kita, bukan malah menjadi monster dalam rumah tangga.

    Mbak Yuline,
    Jadi tentara juga termasuk salah satu cara menjadi wonder woman ya? hehehe.. iya semoga saya mendapat pasangan yang menjaga lahir batin. Amin :-)

    Comment by Retno Damayanthi | July 19, 2008 | Reply

  4. akibat pengaruh lingkungan yang merasa semua bisa didapat dengan mudah, maka semakin banyak kaum pria yang tidak tahu betapa bernilainya/mahalnya/berharganya wanita yang berjiwa mulia, dan perbuatannya yang didorong oleh emosi sesaat hanya menimbulkan penyesalan, syukur kalau tidak terlambat penyesalannya, kalau terlambat apa jadinya?

    Comment by Sulaiman | July 22, 2008 | Reply

  5. Semoga semua suami mau membaca dan merenungkan puisi ini, kecuali mereka yang ibunya laki-laki!

    Comment by Anton H Biantoro | July 22, 2008 | Reply

  6. Pak Sulaiman,
    betul sekali, jangan sampai deh kekerasan dalam rumah tangga terjadi. Semoga kaum pria tidak semena2 dan menghargai kaum perempuan, dan semoga kaum perempuan dapat berani membela diri.

    Kabadan,
    Pepatah “Surga terletak di telapak kaki ibu” agaknya mulai terlupakan. Semoga dengan membaca puisi ini semua suami bisa menghargai istrinya :-)

    Comment by Retno Damayanthi | July 22, 2008 | Reply

  7. hari gini masih ada penyiksaan terhadap wanita??? keterlaluannn an an an.
    btw apa dapat bunga bank?? *mringis* :) :)

    Comment by Arsyad Salam | July 22, 2008 | Reply

  8. enno sebelom nikah belajar silat dulu ya…^-^

    Comment by ayu bulan | July 23, 2008 | Reply

  9. Retno my Lovely Laoshi…,
    Bait …terakhir jadi membuat bias isi bait-bait diatasnya, abisnya ii…ih sere..em, kok sudah mati masih bisa kirim berita sich?
    Jadi kayak kisah ttg lagunya Gaby.
    Maaf, saya jadi gak mudeng isinya karena nuansa mistiknya lebih kental, apalagi saya bacanya larut malam pas lagi dinas jaga, mana sendirian lagi. Sudah ach… mau tidur, semoga saja nggak ingin kebelakang sampai besok pagi.

    AF Xs.

    Comment by Amir F Xs | July 23, 2008 | Reply

  10. Ganyang suami kurang ajar!! hidup para ibu!!! merdeka!!!

    Comment by riyalat | July 24, 2008 | Reply

  11. Pak arsyad,
    walaupun dapet bunga bank, ga mau ah kalo harus dipukulin dulu hihihi…

    Mbak Ayu,
    akhirnya datang juga! Hehehe.. makasih ya..

    Amir xs,
    loh loh loh katanya lagi dinas jaga kok malah mau tidur???
    Awas lohh di belakang ada siapa tuh? Yang lagu Gaby bukannya cuma issue pak? Gak ada mistisnya itu.. ;-)
    Kalo puisi di atas kan cuma gambaran aja pak Amir, kalo tindakan kekerasan didiamkan, maka akan terus tambah parah bahkan bisa sampai mati, makanya kita harus bertindak supaya jangan sampe terjadi. Kita?? hehehe…

    Ari Laoshi,
    makanya jadi suami jangan gitu ya, awas nanti diganyang masyarakat! Merdeka juga!

    Comment by Retno Damayanthi | July 24, 2008 | Reply

  12. Numpang lewat ya, sorry bukan soal bunga, tapi mau beri tahu Enno, bahwa telah meluncur dua blog baru milik siswa yang perlu ditengok, yang pertama milik siswa Diklatpim Tk III/2008 ( http://diklatpimtiga2008.blogspot.com/ ), yang kedua milik siswa Kursus Programmer II/2008 ( http://programmer2008.wordpress.com/ ). Kayaknya bakal seru lho, Pusdiklat Tekfunghan merespon kegiatan blogging dengan mengerahkan siswanya! Nampaknya Pusdiklat Bahasa kali ini bakal habis dah! Thx Enno !

    Comment by Anton H Biantoro | July 28, 2008 | Reply

  13. Eno,menyentuh banget puisinya. Mudah-mudahan kaum adam lebih sadar lagi akan pentingnya kaum hawa. tanpa kita-kita ini meranalah mereka. Ayo perempuan bangkit dan lawanlah para penindas !!!!

    Comment by risa | July 28, 2008 | Reply

  14. Isteri yang hebat….suami gila… mungkinkah ada yang sebaliknya?

    Comment by Singal | July 30, 2008 | Reply

  15. Siap, Kabadan terima kasih infonya..

    Mbak Risa,
    amin ya. Ayo kita bangkit :-)

    Pak Singal,
    kayanya gak ada deh yang sebaliknya. Kalau istri gila, suami hebat, pasti suaminya sudah kabur kawin lagi hihihi..

    Comment by Retno Damayanthi | August 1, 2008 | Reply

  16. hai enno,
    tidak semua laki-laki seperti itu, banyak bahkan yang tidak seperti itu. daripada mikirin halhal seperti itu, mending main yuuk di :
    subpokjepang.wordpress.com/2008/08/02/bikin-albummu-sendiri/
    biar ga’ stress

    Comment by zaenal | August 2, 2008 | Reply

  17. hai, salam kenal. numbang bertamu di luar jam tamu. hehehe… sukses,, gurumuda dari flores http://gurumuda.wordpress.com. kalo ada waktu, mba maen ke sebelah ya, ngeteh bareng. ^^

    Comment by San | August 2, 2008 | Reply

  18. sudah lama saya tak baca puisi ini,
    saya dapat dari seorang kawan, yang kini juga tak mampu lepas dari laki-laki yg telah menyiksa jiwa dan raganya..

    Comment by indra | August 4, 2008 | Reply

  19. yuhuu mas zaenal makasih commentnya..

    San, sukses juga guru muda. Saya termasuk guru muda gak ya? kayanya iya deh, masih muda kan saya? ;-)

    Indra, makasih comment dan kunjungannya :-)

    Comment by Retno Damayanthi | August 8, 2008 | Reply

  20. masih sangat muda. he2… makasih dah maen ke blogku.

    Comment by San | August 8, 2008 | Reply


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: