Retno Damayanthi

…my hope, thoughts, and inspiration.

Happy Birthday to Me

The Birthday Cake

Today is my birthday
I think I’ll make a cake
Mix and stir, stir and mix
Then into the oven to bake.

Here’s the cake so nice and round,
I’ll put icing on so white.
I’ll put on all the candles
To make my birthday bright!

Happy birthday to me!

October 18, 2008 Posted by Retno Damayanthi | Pengalaman Pribadi | | 70 Comments

Alih Fungsi Trotoar

Trotoar adalah jalur pejalan kaki yang umumnya sejajar dengan jalan dan lebih tinggi dari permukaan perkerasan jalan untuk menjamin keamanan pejalan kaki yang bersangkutan.

Para pejalan kaki berada pada posisi yang lemah jika mereka bercampur dengan kendaraan, maka mereka akan memperlambat arus lalu lintas. Oleh karena itu, salah satu tujuan utama dari manajemen lalu lintas adalah berusaha untuk memisahkan pejalan kaki dari arus kendaraan bermotor, tanpa menimbulkan gangguan-gangguan yang besar terhadap aksesibilitas dengan pembangunan trotoar. (wikipedia)


Apakah definisi tersebut di atas sesuai dengan keadaan trotoar sekarang ini? Nggak banget! Trotoar saat ini memiliki banyak sekali fungsi yang melenceng jauh dari tujuan awal pembuatannya. Fungsi trotoar saat ini adalah:

1. jalur tambahan untuk motor, terutama kalau jalan utama macet atau mau berjalan melawan arus.

Read more »

October 12, 2008 Posted by Retno Damayanthi | Opini | | 20 Comments

Otak-otak Pembawa Derita

Pada hari Lebaran ke-2 (02/10/2008) pagi, saya berinisiatif menggoreng otak-otak goreng yang saya beli di supermarket. Kurangnya pengalaman dalam hal goreng menggoreng membuat saya tertimpa musibah. Otak-otak yang saya goreng meletus…dhuuaarr….minyak di wajan muncrat (eh ini bahasa Indonesia apa bukan ya?) mengenai wajah dan tangan saya. Menimbulkan bercak-bercak merah di wajah dan tangan (sekarang bercak-bercaknya sudah menjadi hitam seperti tompel). Kakak saya yang melihat kejadian itu bukannya bersimpati malah marah-marah dan menyalahkan cara menggoreng saya yang tidak benar (sebel!).

Katanya “…menggoreng otak-otak itu wajannya harus besar, apinya besar, lalu wajannya ditutup, otak-otaknya harus disayat-sayat dulu….dsb”. Singkat cerita, setelah ibu saya ikut terkena cipratan minyak, akhirnya kakak menggantikan menggoreng otak-otak tersebut (karena saya dan ibu sudah tidak mau menggoreng lagi). Ternyata setelah menggoreng dengan benar (menurutnya), ketika kakak membuka tutup wajan…dhuaarr….otak-otaknya meledak lagi. Memang selama dalam peggorengan otak-otak itu meledak-ledak terus, bunyinya seperti membuat popcorn. Ledakan otak-otak yang terakhir sangat dahsyat. Wajah kakak saya terkena minyak di banyak tempat (jauh lebih parah dari saya).

Setelah acara menggoreng otak-otak selesai, kami kemudian memakan otak-otak tersebut. Mengingat perjuangan berat dan derita yang kami alami membuat saya sangat menikmati otak-otak itu sehingga saya makan dalam jumlah yang banyak.

Esoknya saya merasakan ada yang aneh dengan wajah saya. Saya merasakan gatal, termasuk di bekas luka bakar minyak itu. Saya pikir, mungkin ini pertanda lukanya akan segera sembuh. Memang benar, walaupun beberapa titik luka masih ada sampai sekarang namun beberapa luka mengering dan lepas berganti kulit yang baru. Anehnya bibir saya tetap terasa sangat gatal, kering dan mulai timbul bintil bintil. Ketika bangun pagi hari, mata juga terlihat sembap karena kelopak mata membengkak dan terasa agak panas. Hari berganti hari, bukannya sembuh, bibir malah terasa sangat gatal dan bintil-bintil malah bertambah banyak dan membesar.

Akhirnya sore tadi sepulang kantor saya menyempatkan diri untuk mampir ke sebuah rumah sakit untuk memeriksakan diri. Ternyata diagnosa dokter menyatakan saya alergi terhadap otak-otak! Memang saya pernah mengalami alergi terhadap sea food dan ikan air tawar tetapi biasanya reaksi alerginya tidak seperti ini sehingga saya tidak mengenali tanda-tanda alergi kali ini. Dokter memberi saya suntikan dan dua macam obat yang harus saya minum, dan berpesan agar saya tidak lagi memakan otak-otak. Saya juga dilarang untuk menggunakan lipstick dulu sampai bibir saya kembali normal.

Tentu saja, nggak mau lagi makan otak-otak!

Tapi…..kalo nggak boleh pakai lipstick….seperti sayur tanpa garam… hiks hiks hiks.

October 7, 2008 Posted by Retno Damayanthi | Pengalaman Pribadi | | 23 Comments

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1429 H

October 1, 2008 Posted by Retno Damayanthi | Selingan | | 12 Comments