Ada Apa Dengan Saya?
Sudah lama sekali saya tidak mengurus blog saya ini. Sudah lama juga tidak berkunjung ke blog-blog lain. Apa sebabnya? Selain karena saya habis sakit sampai menyebabkan tiga hari tidak masuk kantor, laptop juga baru sembuh setelah motherboard-nya terbakar yang menyebabkan saya harus mengeluarkan biaya cukup besar untuk biaya servis hiks hiks..
Di kantor juga agak sibuk, setelah mengikuti seminar “Pemanfaatan Teknologi Informasi untuk Pendidikan” yang dilanjutkan dengan workshop selama kurang lebih 4 hari (cerita tentang seminar dan workshop dapat dilihat di blog rekan kerja saya di sini), saya juga berpartisipasi dalam lomba membuat Weblog Koprs Pegawai Negeri Sipil Departemen Pertahanan (Korpri Dephan) dalam rangka memperingati HUT ke-37 Korpri yang diselenggarakan pada hari Senin tanggal 24 November 2008 bertempat di Laboratorium Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Departemen Pertahanan Pondok Labu, Jakarta. Alhamdulillah, saya mendapat juara ke-3 dan mendapat 1 unit komputer sebagai hadiahnya
Berita mengenai lomba Web Blog tersebut dapat dilihat di sini.
Sekian dulu berita terbaru dari saya. Kapan-kapan disambung lagi karena saya masih dalam tahap penyembuhan. Sampai jumpa…!
Huruf Mandarin Paling Susah di Dunia
Gambar di samping ini adalah salah satu huruf Mandarin (Hanzi) yang tersusah yang pernah ada di muka bumi. Susah di sini maksudnya goresan 1 hurufnya sangat rumit dan banyak (ada 57 goresan). Lihat saja sudah ‘merinding’ deh!
Huruf ini berbunyi “Biang”, nada ke-2. Biang adalah nama mie yang populer di kota Xianyang, propinsi Shaanxi (China). Di bawah ini juga ada foto toko dan mie Biang-Biang (Mandarin: Biang-Biang Mian). Toko mie Biang-Biang juga ada di Beijing. Tapi, di Beijing, nama mereka berubah jadi mie Bang-Bang (Bang: Hebat). Karena banyak warga Beijing yang tidak bisa membaca huruf Biang.
Huruf Biang diakui sebagai salah satu huruf Mandarin yang paling ribet yang ada di jagat raya. Huruf Biang ini sudah pasti tidak ada di dalam komputer manapun di dunia. Bahkan di Kangxi Dictionary juga tidak ditemukan huruf ini.

Nama Panggilanku : Enno
Retno Damayanthi adalah nama lengkap saya. Karena saya anak bungsu, waktu saya kecil keluarga memanggil saya dengan sebutan De’No yang berarti adik Retno. Namun nama ini disalah-ucapkan oleh tetangga2 saya. Sebagian besar mereka memanggil saya dengan sebutan Denok. Beberapa kali keluarga saya mencoba membetulkan sebutan para tetangga namun sangat sulit. Hanya ada segelintir tetangga yang menyebut saya dengan sebutan yang benar.
Ada lagi yang bikin ketawa kalo inget, teman main saya yang rumahnya di belakang rumah menyebut saya dengan sebutan Endok (telor kali yaaa). Ya ampun. Mungkin maksudnya mau menyebut Denok eh malah jadi Endok. Yang lebih parah lagi teman saya yang lain malah menyebut saya Donat. Ampuuunn…!
Tahun demi tahun berlalu, saya beranjak besar, memiliki tetangga yang kecil-kecil. Lalu bagaimana mereka menyebut saya? Hoho mereka menyebut saya dengan sebutan mbak Denok atau mbak De’No. Aduhh makin salah kaprah nih. Adik kecil teman saya malah menyebut dengan Baleno (cadel gitu loohh). Makin lama saya sudah terbiasa dengan sebutan-sebutan ini. Di sekolah dan di kantor, saya beken dengan nama Enno. Tidak bermaksud mendompleng kesuksesan Enno Lerian tapi kalo ternyata iya saya mohon maklum hehehe… kebetulan saya anak yang kalem dan tidak neko-neko sehingga saya tidak memiliki nama julukan yang nyeleneh.
Kalau sepupu-sepupu saya yang lebih muda menyebut saya Mbak No dan sepupu yang lebih tua memanggil De’No. Lalu bagaimana dengan keponakan-keponakan saya? Karena keponakan saya yang pertama selalu memanggil saya dengan sebutan Anno (maksudnya mau bilang tante Enno tapi malah Anno saja yang disebut-sebut), sehingga nama Anno telah resmi menjadi nama panggilan saya oleh semua keponakan saya. Anno berarti tante Enno sehingga tidak perlu lagi embel-embel tante di depannya.
Bagaimana dengan anda? ada cerita dibalik nama panggilan atau nama beken?
Picaulima Family
Ada kejadian dalam beberapa hari ini yang hendak saya ceritakan. Beberapa hari yang lalu saya menerima email dari rekan sejawat yang sedang bertugas di Australia. Email itu ditujukan untuk beberapa orang. Namun, mata saya menangkap sesuatu yang menarik. Urutan pertama dari penerima email itu memiliki nama marga yang sama dengan ayah saya, yakni Andy F. Picaulima (karena sesuatu hal di masa lalu, ayah saya tidak menambahkan nama marga tersebut di akhir nama anak-anaknya). Nama depannya sama dengan nama sepupu saya yang kebetulan pernah dinas di Australia pada tahun 2007. Langsung saja saya mengirim email padanya dan menanyakan apakah ia saudara saya itu.
Saya mendapat balasan email keesokan harinya. Ternyata bukan. Namun ia sangat ramah dan memberikan saya alamat web my heritage yang berisi silsilah keluarga Picaulima-nya. Kebetulan ketika saya sedang melihat-lihat silsilah itu, ibu saya menelepon, kemudian ibu mengatakan bahwa selain keturunan Opa, ada juga keluarga Picaulima yang disebut om Nan Picaulima. Sedangkan di silsilah itu ada yang disebut sebagai Opa Nan (Ferdinand Picaulima). Wah mungkin saja itu orang yang sama.
Segera saya tanyakan lagi apakah opa Nan yang itu? Apakah kenal dengan opa saya (Max Simon Picaulima)? Saya sebutkan juga nama tante2 dan om saya. Rasanya saya kok jadi bersemangat yah, seperti menemukan saudara yang hilang. Ia juga bilang, selama namanya Picaulima, jauh dekat tarif sama, tetap saudara!! Hahaha senang sekali mendengarnya.
Kenapa saya begitu senang? Soalnya selama ini saya nggak pernah ketemu sama orang bermarga Picaulima selain saudara2 saya. Nama Picaulima juga tidak dikenal orang. Banyak orang tahunya hanya nama Pesolima karena Broery Pesolima kan terkenal. Banyak orang juga menganggap Picaulima dan Pesolima sama aja. Hahaha itu berbeda saudara-saudara…..hayoooooo kalau ada saudara saya yang lain yang baca blog ini, hubungi saya ya…
nb: kabar terbaru….waktu itu mas Andy menyarankan saya untuk ikutan facebook karena banyak Picaulima punya account di sana. Ternyata benar. Saya mengenal mas Rens (Erenstino Picaulima) dan juga Windy Picaulima di facebook. Yang lebih menggembirakan, ternyata kami semua saudara. Berikut kutipan message mas Rens kepada saya di Facebook :
“Hai Enno, (udah baca suratku belum yg tgl 2 nov?).
Kamu bisa bikin blog bagus, koq Fb ini aja udah binun….
Papa kamu, o.Henky, t.Vivie tuh sepupuan sama papaku.jadi kita ini (juga Andy) tuh sepupuan. ngga usah panggil ‘pak’ ama dia ![]()
Ngga tau deh kalo ketemu di Dephan he…he…
btw nice fotos !”
lalu bagaimana dengan Windy? ternyata papanya windy sepupunya mas rens, jadi windy termasuk ponakan saya..senang sekali ketemu saudara!!
















