Jangan Remehkan Sakit Kepala (1)
Beberapa bulan belakangan ini mama saya sering sekali mengeluh sakit kepala. Untuk mengatasinya, mama minum obat2 sakit kepala. Memang dalam keluarga kami jarang banget ke dokter, kalo ngga sakit banget ya nggak usah. Mama juga rajin minum propolis gold untuk menyehatkan fisiknya. Namun rupanya sakit kepalanya tidak hilang-hilang juga. Suatu hari mama ke dokter, diperiksa tidak ada yang salah. Sama dokter hanya dikasih obat migrain dan antibiotik.
Setelah obatnya habis, sakit kepala tidak kunjung hilang. Mama akhirnya pergi ke laboratourium untuk mengecek kolesterolnya. Ternyata memang tinggi, 297 dari angka normal maksimal 200. Akhirnya mama minum obat penurun kolesterol, dengan beranggapan sakit kepalanya berasal dari penyumbatan pembuluh darah karena kolesterol. Kolesterolnya pun berangsur turun.
Namun tetap saja sakit kepala itu tidak hilang. Malah banyak hal terjadi sama mama belakangan ini. Mama sering “ngregeli” kalo dalam bahasa Jawa yang mungkin artinya dalam bahasa Indonesia itu adalah sering menjatuhkan atau menumpahkan sesuatu. Ambil nasi di rice cooker, tumpah. Mau ngaduk teh di gelas, tumpah. Bahkan jadi tidak bisa menulis sms. Kami masih berpikiran mungkin karena mama stress sakit kepalanya ngga hilang-hilang.
Sampai 7 Juli kemarin, tangan dan kaki mama tidak bisa digerakkan. Mama juga susah diajak ngomong. Akhirnya papa membawa mama ke RS. Siloam Cikarang untuk diperiksa. Sampai sana mama diperiksa, fisik mama bagus namun otak mama tidak bisa merespon. Disuruh angkat tangan, yang diangkat kaki, dsb. Mama juga kehilangan beberapa memorinya seperti tanggal lahirnya, alamat tinggalnya dulu dsb.
Setelah itu mama di CT Scan, barulah ketahuan ternyata ada tumor di otak mama. Besarnya sudah seperti telur ayam. Sambil menunggu hasil cek jantung dan lainnya, diputuskan hari senin 11 Juli 2011 mama dioperasi untuk pengangkatan tumor. Operasi berlangsung 6 jam, setelah itu mama di ruang ICU selama 2 hari. Sekarang mama sudah di ruang perawatan biasa. Namun kami masih menunggu hasil patologi untuk memastikan tindakan selanjutnya. Dokter mengatakan, kemungkinan jenis tumor mama adalah Glioblastoma Muktiforme.
Sedih? Pasti. Apalagi sejak tanggal 1 Juli saya mengikuti kursus di Australia. tidak bisa mendampingi mama, rasanya sedih sekali. Hanya bisa sesekali telepon. Hanya satu harapan saya, semoga mama cepat sembuh dan sehat seperti sedia kala. Aku sayang mama…







Enno, dr foto om tante kelihatannya kuat skali, gw cuma bisa bantu doa aja yah smg tante cepet sembuh.. Keep spirit enno, keep faith.. Slm yah buat buat om tante, thank u sharingnya sista.. Take care. Big hug for u
yang sabar ya no..semoga tante cepat diberikan kesembuhan dan keluarga juga diberikan kesabaran dalam menghadapi cobaan ini.salam buat om dan tante ya..
Ah Retno … ilmu pengetahuan boleh menulis dan membeberkan apa yang para ahli temukan. Tetapi marilah kita tempatkan iman kita diatas semuanya itu, kita tempatkan iman kita diatas pengetahuan, sebab dalam iman ada kasih dan pengharapan untuk mama … pengharapan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Kita taruh pengharapan kita hanya kepada Tuhan yang mampu melakukan segala sesuatu, biar Dia sendiri yang bekerja dengan tangan kuasaNya. Kita semua percaya …. Dia mampu mengubah kemustahilan menjadi keajaiban! Semua jadi, sesuai dengan kehendakNya, dan kehendakNya itu baik. Amin. Tante berdoa untuk Retno, papa, mbak Nilla dan mbak Ellyn tetap memandang kepada Tuhan dan mendapat kekuatan baru.
omet, liana dan tante tut : amin, makasih banyak ya…
Asalam.Saya yakin anda dapat atasi sakit ini dengan langsung bermunajat pada Allah,telah saya cuba pada seorang teman yang yang sakit lebeh dari emak saudara alami,malah kawan saya telah di beri tahu olih doctor bahawa beliu akan meninggal dalam tempoh 3 atau 4 bulan berikut Alhamdulilah sudah 2 tahun beliu boleh di katakan baik,caranya bangun malam solat hajat dan tahajut dan bacalah doa Akasah.Dan mohon pada Allah.IsyaAllah.Bonda Saudara akan di pulihkan Allah.
[...] cerita yang aku tulis sebelumnya, tentang penyakit ibu aku, itu semua belum berakhir. Hasil PA yang keluar [...]
Pingback by Jangan Remehkan Sakit Kepala (2) « Retno Damayanthi | January 6, 2012 |
ibu mertua sya juga mengalami hal yg sama, hanya jenis tumornya saja yg berbeda,…smoga cepet sembuh ya,…pasrah dn ihklas atas sgala kej\hendak-Nya..coba minum juice mengkudu rutin ya