Retno Damayanthi

…my hope, thoughts, and inspiration.

Tentang Keberanian Untuk Bermimpi

“Gantungkanlah cita-citamu setinggi langit.” Sering kali kita mendengar slogan itu, dimaksudkan untuk membangkitkan motivasi kita dalam mencapai cita-cita atau menggapai impian. Apakah semua orang berani melakukan itu? Apakah semua orang dapat memiliki impian-impian tak terbatas mereka dan dengan semangat tinggi mencoba meraihnya? Mungkin ya, tetapi saya tidak termasuk di dalamnya.

Saya adalah orang yang takut akan kegagalan. “Kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda” adalah salah satu dari kalimat-kalimat mengenai kegagalan yang sering saya dengar. Namun tetap saja, bagi saya kegagalan adalah hal yang sangat menyakitkan.

Ketika saya memiliki impian dan ingin mewujudkannya, saya segera berpikir kegagalan-kegagalan yang mungkin terjadi. Bahkan kadang kala, ketakutan akan kegagalan yang mungkin muncul membuat saya mengurungkan niat untuk mewujudkan harapan dan impian saya. Saya tidak berani bermimpi. Sungguh sikap yang pengecut. Namun bagi saya, memikirkan kemungkinan terburuk adalah hal yang dapat membuat saya siap sewaktu-waktu kegagalan itu terjadi.

Pengharapan, itulah satu-satunya penangkal ketakutan (Lance Amstrong)

Spekulasi. Itulah yang selalu saya coba untuk hindari. Suatu saat saya pernah membaca di sebuat surat kabar mengenai alasan mengapa tidak ada orang Indonesia yang berhasil mendapatkan hadiah satu milyar dalam acara who wants to be a millionare. Alasannya adalah orang Indonesia bukan tipe pengambil risiko (risk taker), melainkan orang yang bermain secara aman (save player). Sehingga mereka tidak berani mempertaruhkan hal yang mereka punya untuk mendapatkan impian yang lebih besar (mungkin juga ini salah satu efek dalam pengharaman perjudian dalam masyarakat Indonesia).

Terlepas dari analisis mengenai masyarakat Indonesia pada umumnya, saya adalah salah satu orang yang berusaha menjadi save player. Namun kadang kala pelajaran hidup membuat kita tidak bisa menghindar dari segala risiko dan kegagalan. Dalam hidup, sering kali saya bertemu dengan kegagalan. Baik yang sudah dapat saya prediksi sebelumnya maupun yang terjadi di luar dugaan.

Sungguh sulit menemukan motivasi ketika tidak ada pengharapan di masa depan (John C. Maxwell)

Minggu ini merupakan saat-saat berat, di mana saya mendapatkan kegagalan dalam beberapa hal sekaligus. Impian-impian yang selama ini saya punya, hilang semua tertiup angin. Walaupun saya sudah mempersiapkan diri untuk menerima kegagalan-kegagalan itu, tetap saja terasa sangat menyakitkan. Kegagalan itu juga ditambah lagi dengan kritikan dari seseorang yang dekat dengan saya, yang menyadarkan bahwa saya adalah orang yang jauh dari sempurna. Menyakitkan, tapi tetap harus saya terima.

Jika aku dapat meminta agar hidupku sempurna, itu merupakan godaan menggiurkan. Namun aku akan terpaksa menolak, karena dengan begitu aku tidak dapat lagi menarik pelajaran dari kehidupan.” (Allyson Jones)

Memang berat, tapi hal yang dapat saya lakukan adalah menyembuhkan luka akibat kegagalan ini dan berusaha membangun mimpi-mimpi dan harapan lagi untuk meneruskan hidup. Semoga semua ini dapat menjadi pelajaran dan membuat saya menjadi pribadi yang lebih baik.

June 11, 2008 - Posted by | Opini

7 Comments »

  1. Waduh tumben Enno laoshi sedih..kacian..emang kenapa sih?
    wah mimpi apa nih yang gagal? jangan sedih gitu dong. Jiayou. Insyaallah,kalau mimpi sekolah ke China bisa kita raih. Semoga dengan adanya tawaran pendidikan ke China tahun ini,para atasan kita yang berwenang dan mampu membantu, memberi kesempatan kita bisa belajar ke China. Bagi seorang guru bahasa asing, mimpi terbesar ialah bisa datang dan belajar ke negara dimana bahasa asing itu berasal.Masa iya, siswa kita sudah ke China, gurunya malah belum sama sekali kesana. Saya juga jadi sedih nih. Semoga bisa cepat diurus ya. tgl 23 september 08 ini kan pendidikan di China dimulai…
    Jiayou!!!

    Comment by riyalat | June 12, 2008 | Reply

  2. Iya nih ari laoshi tau aja. Hal itu salah satunya..🙂

    Comment by Retno Damayanthi | June 15, 2008 | Reply

  3. My lovely Enno laoshi…, disaat-saat suasana hati remuk redam yang begitu haru biru, terkadang seseorang mendambakan teman yang dapat meneduhkan dan menenangkan hati.

    Kisah sendu spt yang sedang Laoshi rasakan saat ini, pasti akan lebih terasa begitu mendalam jika sambil menyimak lagu-lagu “You needed me” nya Anne Murray atau “A shoulder to cry on” nya Tommy Page. Saya yakin Laoshi akan meneteskan air mata lagi kalau menyimak lagu-lagu tersebut.

    Namun…Laoshi jangan larut dalam kesedihan terlalu lama ya.., meskipun hanya sesaat, biarlah Laoshi tetap nikmati dulu indahnya kesedihan itu.

    Jiayou.

    Miss you…
    AF

    Comment by Amir F | June 15, 2008 | Reply

  4. Pak Amir,
    terima kasih banyak sudah mau menjadi tempat curhat saya.
    Semoga pak Amir juga bisa terlepas dari semua kesedihan. Semua masalah pasti ada hikmahnya, paling tidak, bisa membuat kita menjadi lebih tabah🙂
    Jiayou juga, miss u too

    Comment by Retno Damayanthi | June 16, 2008 | Reply

  5. kegagalan adalah bukan merupakan ketakutan, tapi bagaimana mengatasi ketakutan akan kegagalan tersebut.
    Hidup adalah konsekwensi.

    Comment by boyhidayat | June 16, 2008 | Reply

  6. Enno, dont be sad. Ada kata-kata yang sering didengar tapi susah dilaksanakan. Itulah bangkit dari kegagalan n mengambil hikmah dari kegagalan itu.

    Kita memang harus mengambil kemungkinan terburuk dari setiap tindakan dan keputusan yang kita ambil, tapi bukan berarti menjadikannya sebagai sebuah ketakutan. Pernah dengarkan ada pepatah yang mengatakan “bukan karena takut maka kita lari, tetapi karena kita berpikir untuk lari maka kita menjadi takut”.

    Kegagalan adalah satu sukses tertunda. Hidup seperti roda yang berputar. Kadang kita mengalami suatu masa dmana kita merasa menjadi orang tersial di dunia. Gagal ini gagal itu, tapi kan tidak selamanya begitu. Intinyamah SABAR n USAHA

    Ambil sisi positif dari kegagalan2 yang terjadi belakangan ini, dan jadikan cambuk untuk meraih yang terdekat sebelum kamu melompat. Supaya tidah jatuh dan tersungkur.

    Ok pal cukup busa dariku hehehehe
    Cheers always because it can brighten your days

    toe-tea

    Comment by subpokrusia | June 16, 2008 | Reply

  7. boyhidayat, tuti, makasih banyak..

    Comment by Retno Damayanthi | June 17, 2008 | Reply


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: