Retno Damayanthi

…my hope, thoughts, and inspiration.

Wanita, Antara Karir dan Rumah Tangga

GloriaNet – Di jaman teknologi informasi sekarang ini, sosok wanita karir yang sukses merupakan fenomena umum di kota-kota besar, sekalipun itu seorang ibu rumah tangga. Memang tidak sedikit wanita yang menjalani fungsi ganda, sebagai wanita karir maupun ibu rumah tangga. Bagi yang pandai menyiasati waktu, sukses di kedua bidang tersebut bukanlah hal yang mustahil. Namun bagi yang kewalahan membagi waktu, tak jarang harus mengalami salah satu kegagalan. Kondisi ini membuat wanita terpaksa harus memilih, rumah tangga atau karir.

Memang tidak mudah memainkan peran sebagai wanita karir atau wanita pekerja sekaligus ibu rumah tangga yang baik. Karena kedua dunia itu memiliki tuntutan dan konsekuensi yang sama beratnya. Banyak perusahaan menilai bahwa pegawai wanita kerap kurang profesional setelah menikah dan punya anak. Misalnya sering datang terlambat ke kantor dengan alasan mengurus rumah, suami, dan anak. Secara fisikpun wanita yang kelelahan mengurus rumah tangganya jadi sering tampil ‘berantakan’, wajah kuyu dan jarang tersenyum. Perusahaan pun sulit menuntut lembur ataupun menugaskan ke luar kota pada pegawai wanita yang sudah menikah dan punya anak. Seandainya ditugaskan, tak jarang mereka menolak karena alasan rumah tangga.

Namun, sejauh ini banyak wanita yang mengimpikan kesuksesan di kedua bidang yang saling berseberangan itu, sukses dalam karir dan bahagia di rumah tangga. Wanita dengan ambisi tersebut akan berusaha keras untuk mencapainya. Memang sulit meraih keduanya, tapi bukan tidak mungkin anda sebagai wanita dapat meraihnya. Lalu bagaimana caranya?

Sebelumnya, pertanyakan pada diri anda sendiri, hingga ke lubuk hati yang paling dalam. “Apakah saya masih ingin melanjutkan karir yang selama ini saya idamkan, walaupun saya telah berumah tangga..?”. Kalau jawaban anda “ya” berarti anda harus bersikap konsisten dan memiliki komitmen pada pilihan yang sudah anda tetapkan. Sikap ini dapat anda tunjukkan dengan bertanggung jawab penuh terhadap tugas-tugas yang dipercayakan perusahaan kepada anda tanpa melalaikan urusan rumah tangga. Dengan rasa tanggung jawab, anda tidak akan pernah merasa terbebani dengan tugas di kantor dan rumah. Jadikan bahwa pekerjaan adalah bagian dari rutinitas hidup anda. Sehingga anda akan mudah menikmati kedua peran, sebagai wanita rumah tangga dan wanita karir.

Hal penting yang harus anda lakukan adalah pengorganisasian dan pengaturan waktu seefisien mungkin. Dengan adanya dua peran yang harus dimainkan, anda perlu membuat ‘aturan main’ hingga kedua peran tersebut bisa dilakonkan sama baiknya. Belajarlah untuk membuat perencanaan yang terjadwal pada dua kegiatan yang berbeda, yaitu kegiatan rumah tangga dan kegiatan kantor. Tentunya anda harus mendelegasikan kegiatan di rumah pada orang lain, misalnya pada pembantu rumah tangga atau pada orang yang anda percaya mengurus rumah dan anak-anak anda. Untuk mengontrolnya, anda tetap bisa memantaunya dari kantor. Misalnya dengan meneleponnya setiap hari untuk menanyakan kondisi anak-anak dan rumah anda. Sehingga jika anda yakin situasi rumah aman terkendali, anda bisa lebih konsentransi dalam menyelesaikan tugas-tugas di kantor.

Jika perusahaan mengharuskan anda lembur atau tugas keluar kota, kalau tidak ada hal-hal yang lebih penting sebisa mungkin jangan menolaknya. Jelaskan pada suami, anak-anak dan pembantu rumah tangga tentang pekerjaan tambahan anda. Sampaikan pernyataan maaf anda karena waktu anda di rumah menjadi berkurang akibat pekerjaan tersebut. Jika harus keluar kota, selesaikan urusan rumah terlebih dulu. Pastikan semua kebutuhan rumah tangga telah terpenuhi. Dari luar kota jangan lupa untuk menghubungi orang-orang rumah dan kabarkan bahwa keadaan anda baik-baik saja. Dengan demikian selain suami dan anak-anak merasa lega karena anda dalam keadaan aman, anda pun merasa nyaman karena mengetahui kondisi mereka yang juga baik-baik saja.

Jangan pernah beranggapan bahwa wanita yang sudah menikah dan punya anak akan menurun produktifitas dan kinerjanya. Berusahalah untuk tetap produktif dengan tidak mendelegasikan tugas kantor pada rekan anda. Selesaikan semua pekerjaan hingga tuntas. Caranya adalah dengan membuat skala prioritas pekerjaan dan tidak menunda-nunda pekerjaan. Kerjakan tugas yang paling penting terlebih dulu, kemudian menyusul yang lain. Dengan skala prioritas, anda tidak akan pusing walaupun pekerjaan menumpuk di meja anda.

Anggapan yang juga perlu dijauhi adalah anggapan bahwa setelah berumah tangga, wanita akan terhenti karirnya. Biasanya orang menganggap wanita yang sudah menikah tidak bisa mencurahkan perhatian sepenuhnya pada pekerjaan. Buktikan kalau anda bisa merubah anggapan tersebut. Lebih bagus lagi jika anda tetap menumbuhkan minat untuk terus berkembang. Di samping itu, semangat kompetisi juga perlu dikembangkan. Diantaranya dengan banyak membaca dan mencari informasi yang berkaitan dengan bidang pekerjaan anda. Sehingga anda dapat melakukan pembaruan dan penyegaran ilmu serta wawasan, walaupun anda sudah berstatus ibu rumah tangga.

Manfaatkan waktu libur anda seefektif mungkin bersama keluarga. Tanggalkan urusan kantor jika anda tengah berkumpul bersama keluarga tercinta. Anda dapat melampiaskan kerinduan bersama keluarga dengan rekreasi, jalan-jalan atau hanya berkumpul di rumah. Jadikan waktu libur untuk ‘sharing’ dengan suami dan anak-anak. Sehingga ketika anda kembali bekerja, anda dapat lebih bersemangat. Satu hal lagi yang harus anda perhatikan, jangan tampil ‘lecek’ atau ‘kucel’, meskipun anda lelah mengurus rumah tangga. Tampilkan citra profesional setiap kali anda berangkat ke kantor dengan mengenakan busana yang sesuai dan menampilkan wajah yang segar serta percaya diri. Sehingga anggapan bahwa ibu rumah tangga tidak bisa tampil profesional di kantor, tidak berlaku untuk anda.

Dengan mencoba melakukan hal-hal di atas, diharapkan dapat membantu wanita untuk memainkan dua peran sekaligus, ibu rumah tangga dan wanita karir. Selebihnya gunakan ‘kecerdasan’ anda untuk menyelesaikan setiap masalah yang anda hadapi. Selamat menjadi wanita yang sukses di rumah dan kantor…! (GCM/Astaga!)

June 16, 2008 - Posted by | Dunia Kerja

17 Comments »

  1. kalo wanita yang ini gimana???
    geng nero

    Comment by winnerdieng | June 17, 2008 | Reply

  2. udah merit ya mbak?😦

    Comment by leo | June 17, 2008 | Reply

  3. winner xs, geng nero? serem amat. Padahal wanita kan identik sama kelembutannya (feminism)😦

    leo, belum.

    Comment by Retno Damayanthi | June 17, 2008 | Reply

  4. binun’
    kok enno tau sih hal-hal yang kaya bgene,
    pnglaman sapa yang enno jadiin reperen?

    btw (bukan betawi)
    good writing

    last question :
    kalo enno dah kekkon (merit), trus punya kodomo (child), apakah saran di atas juga berlaku buat enno?

    Comment by zaenal | June 18, 2008 | Reply

  5. Hi mas zaenal, welcome to the jungle..hehe.. oleh2nya mannnaaa??

    btw yang bukan betawi, arikel ini saya ambil dari gloria net. Kan udah ada tulisannya di atas. Kalo nanti saya udah berumah tangga (hmm kapan ya??🙂 ), gak kepikiran akan kayak gimana. Yaah semoga bisa melaksanakan seperti yang di atas. Kerja kantor beres, kerjaan rumah beres.
    Makanya mas zaenal, bantu2 istri di rumah, kan kasian udah kerja juga, ngurusin anak juga ditambah ngurusin suami. hehe..

    Comment by Retno Damayanthi | June 19, 2008 | Reply

  6. Kalo sdh punya Bayi, biasanya memberi pekerjaan baru kepada Orang tua sebagai “MC” alias Momong Cucu. Jangan kepada pembantu RT nanti kayak PRT..Ha.ha

    Comment by Hendro Wijayadi | June 19, 2008 | Reply

  7. iya pak hendro, lebih baik menitipkan anak ke kakek neneknya ya daripada ke pembantu..tapi orang tua saya sudah wanti2 nggak mau ditipin cucu tuh hihi..😀

    Comment by Retno Damayanthi | June 20, 2008 | Reply

  8. Banyak Ibu rumah tangga menjadi leader, dan cerdas, temanku juga ada, meski tidak terkenal di negeri ini. Mereka (wanita karier) sering membuat keputusan brilian, apalagi sesuatu keputusan yang harus diambil tiba-tiba,mereka menggunakan perasaan dan insting, kemudian logika. Tampaknya bapak-bapak kebalikannya, sering menjadi lambat. Ini pendapatku lho, boleh kan?!. Iya mereka(wanita karir) harus membagi waktu dengan baik.

    Comment by Singal | June 20, 2008 | Reply

  9. hi, mbak ^_^ I’m back
    Aku pendatang baru di dunia blog. Kasian deeh…
    Tapi g apa2, dari pada tidak sama sekali.
    Pengen belajar ma mbak retno nich, kapan ya?
    komentar mengenai tulisan mbak: manusia hidup memang selalu diberi masalah. Jangankan wanita dengan dua dunia (rumah dan karir) yang satu dunua sj pasti dihadapkan pada masalah.komitmen yang kuat dibutuhkan untuk mengambil keputusan. Jangan sampai ada penyesalan saat menghadapi masalah baik di rumah atau karir.
    Sukses ya untuk wanita2 yang bijak🙂

    Comment by titahrachma | June 20, 2008 | Reply

  10. Setuju pak Singal, banyak wanita bisa menjalankan kedua fungsinya dengan baik, dalam karir dan juga rumah tangga.

    Hi Titah, makasih ya atas kunjungan dan komennya..
    oh iya titah yang ngajar bahasa Jerman kan ya? Selamat datang di dunia perblogan ya, saya juga masih baru masih belajar🙂
    alamat blog titah apa ya?

    Comment by Retno Damayanthi | June 20, 2008 | Reply

  11. Aloo eno🙂 lama gak ketemu yaaaa..

    Btw artikel ini ngingetin gw,kira2 4 bulan yang lalu,waktu gw mutusin utk resign & memilih menjadi FTM

    Duluu gw pikir gw bisa juggling those jobs (working mom+FTM) tapi ternyata, setelah melahirkan & melihat perkembangan anak gw..koq rasanya sayaaaaang banget untuk dilewati begitu saja
    *menurut gw anak itu investasi yg paling berharga & sayang kalo melewati perkembangannya (atau orang lain yang melihat perkembangannya, mis. nenek-pembantu)*
    lagipula gw gak mau nanti anak gw jadi ‘anak pembantu’ atau ‘anaknya nenek’ hmmm… agak idealis memang tapi itulah yang gw mau, i wanna raise him with my own hands🙂

    well sekarang gw menikmati sekali jadi FTM, sehari2 bersama si kecil, melihat perkembangannya… capek tp enjoy sekali..
    walau ada beberapa tawaran untuk kembali bekerja (i must say it was realy2 temptating ^_^) tapi kayanya pilihan utk wirausaha akan lebih baik..
    Life is a choice, and i’m choosing mine
    *maap rada panjang kekeke…koq jadi curhat neeeh*

    Comment by ren2 | June 20, 2008 | Reply

  12. Reniiii

    iya lama banget gak ketemu, tau2 lo sekarang udah punya baby, selamat ya (walaupun telat) hehehe…
    iya sih pasti ada dilemma tersendiri setelah melahirkan, pasti berat banget ninggalin si kecil untuk kerja. Gue ngeliat pengalaman dua kakak, ada aja problemnya dan setiap orang punya pandangan masing2. Satu kakak memutuskan untuk jadi FTM, yang satu lagi memutuskan untuk tetep jadi working mom.
    Dan mereka punya alasan masing2 yang menurut gue bener juga.
    So..enjoy your FTM life yah ren..
    salam buat si kecil n suami🙂

    Comment by Retno Damayanthi | June 21, 2008 | Reply

  13. waduh saya telat neeh baca tulisannya, pas banget sama topik speaking saya

    Comment by risa | June 26, 2008 | Reply

  14. wahh mbak risa..
    gimana speakingnya? sukses? trus tanggapan mbak risa bagaimana?? jadi penasaran nih..hehe..

    Comment by Retno Damayanthi | June 26, 2008 | Reply

  15. Membayangkan bagaimana kalau Enno tangannya ada enam seperti di gambar….. tangannya hanya dua saja sudah hebat! Mudah-mudahan para wanita di Badiklat baca artikel ini.

    Comment by Anton H Biantoro | June 30, 2008 | Reply

  16. […] dari pengalaman hari ini Rabu 29 Oktober 2008, juga inspirasi dari tulisannya enno mengenai kerja dan […]

    Pingback by anak mamie » Blog Archive » berangkat kerja | October 29, 2008 | Reply

  17. thanks ya jeng..
    artikelmu bikin aku tersenyum..
    jd ingat setahun yg lalu, dilema bgt mau resign dari kantor smtra keuangan msh kembangkempis.. hihiii.
    untungnya skrg aku ttp bisa berperan triple, ga cuman ganda.. as a mother en wife, wanita karir di bank swasta, dan pnya bisnis online at home yg luarbiasa😉
    yg mau intip sepakterjangku, silahkan loh klik disini
    http://testimoni.laibarasi.com

    Comment by tresna | December 19, 2010 | Reply


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: