Retno Damayanthi

…my hope, thoughts, and inspiration.

Cara Alternatif Mengajar Bahasa Asing

Belajar bahasa asing menjadi suatu kebutuhan saat ini. Namun setelah melewati beberapa waktu dalam proses belajar, seringkali kita merasa bosan dan lelah. Begitu banyak perbendaharaan kata yang harus diingat, belum lagi tata bahasa yang menyertainya. Kejenuhan sangat wajar terjadi. Lalu bagaimanakah cara mengatasi kejenuhan belajar ini?

Seingat saya, pelajaran bahasa Inggris yang diberikan di kelas pada waktu SMP dan SMU berpedoman dengan buku pelajaran yang memuat banyak sekali bacaan dengan banyak kata-kata sulit. Keadaan kelas yang berisi sekitar empat puluh siswa membuat guru tidak memperhatikan siswa satu persatu. Sehingga siswa yang sudah pintar mendapat perhatian dari guru dan menjadi semakin pintar sedangkan siswa yang bodoh akan semakin bodoh dan tidak percaya diri (saya termasuk di dalamnya). Pelajaran Bahasa Inggris menjadi pelajaran menakutkan sekaligus menyebalkan bagi saya.

Pada saat SMU kelas dua, saya memutuskan untuk mengikuti kursus di ILP (International Language Program). Mulai kursus dari tingkat Basic I sampai kemudian lulus tingkat Advanced, saya lalui dalam kurun waktu sekitar dua tahun. Setelah mengikuti kursus, bahasa Inggris saya meningkat, perbendaharaan kata juga bertambah. Saya menjadi percaya diri dan tidak takut menghadapi pelajaran bahasa Inggris di sekolah.

Hal yang menarik pada saat saya belajar bahasa Inggris di ILP adalah daya kreasi guru-guru di sana. Mereka memberikan pelajaran dengan lagu dan permainan.

Kami sering diberi lagu bahasa Inggris, kemudian kami diberi teks lagu yang sengaja dikosongkan di beberapa bagian, kami para siswa diharuskan mengisi teks yang masih kosong, di sini kami belajar kemampuan menyimak. Setelah itu kemudian kami menerjemahkan dan menyanyikan lagu tersebut bersama-sama. Metode seperti ini diterapkan pada siswa tingkat dasar dan menengah. Ketika memasuki tingkat Advanced, kami diberi tugas untuk memaparkan sebuah lagu, arti dan makna yang dikandung dalam sebuah lagu. Tugas ini menjadi tugas individual dan kelompok. Pengajaran dengan lagu diselang-seling dengan pelajaran teori dari buku atau teks-teks bebas.

Guru juga sering sekali memberikan permainan-permainan kreatif yang diikuti oleh peserta kursus dengan gembira. Hal ini membuat saya tidak tertekan dan merasa bersemangat untuk mengikuti pelajaran kursus. Saya juga tidak takut melakukan kesalahan karena itu hanya permainan. Senang sekali. Permainannya dapat berupa teka teki silang, mengacak huruf-huruf dalam suatu kata, tebak kata, menyusun kalimat, dan lain lain. Permainan juga bisa dilakukan secara individu ataupun kelompok. Tidak ada penerjemahan bacaan panjang yang membosankan.

Ketika belajar bahasa Mandarin di universitas, dosen tidak memberikan metode seperti ILP. Jarang atau hampir tidak pernah memberikan lagu untuk kami apalagi permainan. Semua dilakukan dalam situasi kegiatan belajar mengajar yang menakutkan dan menegangkan. Hal ini membuat pelajaran menjadi membosankan. Motivasi yang tinggi dari para siswalah yang membuat mereka masih bertahan untuk meneruskan belajar.

Saat ini ketika menjadi guru, saya sering memikirkan metode apa yang cocok dalam penyampaian pelajaran bahasa Mandarin. Pemberian materi dengan lagu sudah kami berikan suatu waktu. Karakter bahasa Mandarin yang unik dan berbeda dari karakter Latin membuat permainan yang dapat dilakukan dalam bahasa Inggris dan bahasa pengguna huruf Latin tidak dapat dilakukan dalam bahasa Mandarin. Misalnya mengacak huruf dalam suatu kata, mencari kata-kata yang tersembunyi dalam kumpulan huruf, atau permainan teka-teki silang. Dalam bahasa Mandarin, satu kata hanya terdiri dari satu atau dua karakter. Sehingga permainan-permainan semacam itu tidak dapat dilakukan. Permainan yang dapat saya terapkan saat ini adalah menebak kata dengan penjelasan dalam bahasa Mandarin. Itupun terbentur dengan jumlah karakter yang dimiliki siswa. Mengingat bahasa Mandarin memiliki ribuan bahkan puluhan ribu karakter sehingga untuk mengingatnya sangat sulit dan kami belum menemukan cara efektif untuk dapat mengingat karakter-karakter itu dengan cepat, mudah dan menyenangkan. Apakah Anda punya cara lain?

July 4, 2008 - Posted by | Opini

27 Comments »

  1. Wah, ternyata kita sama yak. Iya betul, di UI sewaktu belajar Mandarin kita hanya menemui teks dan teks, aktivitas di lab bahasa jg sangat jarang, metode belajar dgn permainan tidak pernah disajikan dlm kelas oleh dosen. Hanya motivasi kuat untuk lulus demi masa depan dan tidak ada pilihan lainlah yang membuat sebagian mahasiswa bhs Mandarin mampu bertahan (yang sebagian pindah jurusan karena mampu secara akademik dan mampu secara keuangan untuk membayar lagi uang pangkal).
    Saya jg pernah mencoba mencari buku tentang metode pengajaran bhs asing melalui permainan. Tapi sayang, permaianan yang ada dalam buku tersebut tidak cocok untuk penagajaran bhs Mandarin, hanya dapat diterapkan dlm pengajaran bhs asing yg menggunakan huruf latin.
    Jadi kesimpulannya adalah…kita harus terus mencari dari berbagai sumber siapa tahu ada yang bisa diterapkan, sambil kita ciptakan metode maupun permainan sendiri. Mumpung ada siswa kita jadikan bahan percobaan…hehehe… kalau berhasil siapa tahu nanti orang lain malah mengikuti metode yang kita ciptakan. Kan hebat kalo suatu hari di masa depan kita lihat di buku atau internet ada “Metode pengajaran bahasa Mandarin dahsyat dan hebat dengan Cambuk Kawat Berduri ditemukan oleh Enno Laoshi dari Pusdiklat Bahasa Badiklat Dephan” hehehehe…hwekekekekek..

    Comment by riyalat | July 4, 2008 | Reply

  2. Ya ampun ari laoshi.. tega bener metodenya dengan “Cambuk Kawat Berduri” heheheh..
    Tapi bener banget tentang permainan yang terbatas dalam bahasa Mandarin terutama kursus tingkat dasar, di mana perbendaharaan kata sangat terbatas. Susaah banget mau buat permainan. Kalo dikasih lagu juga langsung pusing2 nerjemahinnya. Jadi malah nggak enjoy. Xiexie yah.

    Comment by Retno Damayanthi | July 4, 2008 | Reply

  3. Ehm.. Menarik.. Kt teman sy disini, mereka belajar bhs Cina dg cerita dari bentuk huruf yang ada. Jd perlu sedikit kemampuan menggambar. Semoga nanti segera dapat cr pengajaran yang menarik ya..

    Comment by Yuline Monako | July 5, 2008 | Reply

  4. Enno, satu saran saja tentang kegiatan mengajar secara pragmatik. Mungkin sudah pernah dilakukan sebelumnya, mudah-mudahan belum dan dapat dicoba. Permainan dengan kosa kata terbatas sebenarnya dapat dilakukan dengan mencari kata, huruf, angka yang ditulis di papan tulis. Caranya :
    1. Siapkan marker 4 warna (hitam, biru, merah, hijau).
    2. Tulislah kata, huruf atau angka (latin atau bahasa target)dengan spidol hitam dan dapat ditulis oleh guru atau peserta didik. Kata, huruf atau angka tersebut diletak secara bebas, bentuk dan ukurannya juga bebas serta jumlah masing-masing huruf, kata atau angka tersebut minimal 2 buah.
    3. Setelah penuh papan tulis, kita dapat memulai permainannya.
    4. 3 peserta didik siap untuk mencari kata, huruf atau angka yang disebutkan oleh guru atau peserta didik, kemudian mereka melingkari kata, huruf atau angka yang disebutkan tadi. Ketiga peserta didik tersebut memegang marker yang berbeda warna. Kegiatan ini dilakukan sampai semua kata, huruf atau angka dipapan tulis dilingkari.
    5. Hitunglah berdasarkan warna marker, yang terbanyak dialah pemenangnya.
    Selamat Mencoba.

    NB: Cenya95 bukan bahasa Prancis melainkan singkatan dari alamat rumah : Cendani Raya 95.

    Comment by cenya95 | July 7, 2008 | Reply

  5. Mbak Yuline dan Pak Okta,, makasih banyak sarannya ya..
    saya senang sekali menerimanya. Saya akan coba praktekkan dengan siswa2 di sini. Sekali lagi terima kasih🙂

    Comment by Retno Damayanthi | July 7, 2008 | Reply

  6. Dear Enno, jika mo coba teknik yang lain, boleh lihat di http://cenya95.wordpress.com/metodelogi, meskipun baru sedikit. Mudah-mudahan bisa membantu.

    Comment by cenya95 | July 10, 2008 | Reply

  7. Wah nggak nyangka ya, Enno yang pandai ini konon dulu pernah bodoh dan tidak pe-de juga! Ngomong-ngomong, selamat ya blognya semakin ramai dikunjungi orang, “7425 pengunjung” merupakan angka yang cukup menantang bagi bloggers Badiklat lainnya. Bagi-bagi dong resepnya agar blogger Badiklat yang lain bisa mengejar!

    Comment by Anton H Biantoro | July 11, 2008 | Reply

  8. Betul Eno, para guru bahasa asing memang harus pandai-pandai mencari metode yg menarik agar siswa tidak jenuh. Saya mau juga lho belajar bahasa Mandarin, sekalipun beda bahasa siapa tahu saya bisa menerapkan metode yang sama

    Comment by risa | July 11, 2008 | Reply

  9. Dear Pak Okta,
    terima kasih banyak, saya sudah lihat tapi maaf belum sempat memberi comment, agak sibuk nih menjelang Ujian Tengah Siswa Mandarin hehehe…

    Siap Kabadan, terima kasih.
    Sebenarnya tidak ada resep khusus. Mungkin juga karena saya meletakkan gambar “the lucky cat” di blog saya, sehingga “pengunjung banyak, dagangan laris” hehehe…
    Saya hanya rajin mengunjungi blog teman2 dan meninggalkan comment (seperti saran dari Kabadan). Kalau dilihat, hampir semua blog teman2 ada comment dari saya.🙂 Saya juga selalu mengadakan kunjungan balik bagi para blogger yang mengunjungi blog saya (walaupun kami tidak saling kenal) dan tidak lupa meninggalkan jejak di sana. Sehingga kadang2 mereka melakukan kunjungan kedua dan ketiga. Bukan hanya demi mendapat comment tetapi juga untuk berbagi pendapat.

    Semoga mereka tidak bosan mengunjungi blog saya, karena kunjungan dan comment2 dari pembaca memberi semangat tersendiri bagi saya untuk update blog.

    Mbak Risa,
    mau belajar bahasa Mandarin juga? Wah hebat bener..saya juga mau belajar bahasa Jerman supaya ga hanya bisa ngomong ich liebe dich aja hehehe…

    Comment by Retno Damayanthi | July 11, 2008 | Reply

  10. Menurut saya, salah satu caranya adalah dengan praktik langsung. Misalnya : dengan berpura-pura menjadi pembeli dan penjual. Bagi yang suka shopping, cara ini akan efektif.

    Comment by Chinese Language Lesson | July 12, 2008 | Reply

  11. Hi.. Retno Laoshi..,
    Kalau ingat “lagu & permainan” jadi… ingat saat kursus bhs mandarin 2 tahun lalu. Karena ada yang selalu kalah dalam permainan di kelas dan wajib menyanyikan lagu, akhirnya selesai kursus, malah ada yg jadi penyanyi dan penari. Tapi menarik juga permainan tersebut, apalagi kalau satu kelompok dengan Wayan Xs atau Andrean Xs., wis.. pasti aman, kalau dengan Marindra Xs atau Edi Xs., siap-siap dech tampil kedepan kelas, wong mereka berdua sudah berniat kalah lalu menampilkan aksi panggungnya. Saya juga sering kalah…, tapi nggak nemen (nggak terlalu sering) lah.. . Sayangnya …seingat saya Retno Laoshi tuch kalau menyanyi suaranya pela…n sekali, sayup-sayup nyaris tak terdengar, betul nggak?

    Amir F Xs

    Comment by Amir F Xs | July 14, 2008 | Reply

  12. Chinese Language Lesson,
    yah belajar dengan cara praktik langsung atau bermain peran (role play) juga kadang-kadang kami lakukan. Seperti penjual dengan pembeli, tuan rumah dan tamu, dan lain sebagainya.
    Terima kasih🙂

    Amir xs, hehehe…
    masih inget yaa dengan gamenya..
    Jadi inget dulu pada iseng mau memboikot pak Amir dengan pura2 ga tau apa yang pak Amir jelaskan. Padahal pak Amir menerangkannya sudah sangat jelas. Sampe akhirnya pak Amir ngadu sama saya kalo mereka memboikot hehehehe…Jadi ketawa2 sendiri nih bernostalgia..

    Mengenai suara saya yang pelan, saya kan gadis pemalu..ehm ehm hihihi…

    Comment by Retno Damayanthi | July 14, 2008 | Reply

  13. Thanx banget no buat kommentarnya dan lo telat juga si kommentsarnya , soalnya gw udah ngisi data guru2 yang cakep n ganteng udah lama banget.
    Perlu diketahui emang guru jerman banyak artis ko, terutama guru yang pake baju biru yang lagi bergaya di swanston street? mungkin lo kenal kali tempatnya kalo lo sering jalan deket citi library.
    Kalo mr rafiq dia lagi kegatelan so kerja n foto dia waktu asyik bekerja di banda aceh , lagi nerjemahin.
    Na kalo mba risa sengaja pake tanda siswa biar siswanya kaga sungkan untuk godain! jadi kalo murid mandarin ada yang kegatelan ama dia boleh dateeng ke subpok jerman dan pasti gw absen biar ngantri.
    pokoe orang2 mandarin sering kommentar ke subpok jerman dan sering ngunjungi minimal biar dapae hadiah dari kabadan, ntar kalo dapaet gw beliin bakso ya?
    terus riyalat jangan sungkan2 kalo mau bales berita2 kita yang heboh dan aktual dan bila peru kita berlomba it dengan gw?
    ciao soalnya gw mau ngajar.

    Comment by subpokjerman | July 14, 2008 | Reply

  14. bisa nyontek neh metodenya, thx ya, ngajar dimana neh retno?

    Comment by yellashakti | September 24, 2008 | Reply

  15. aww. kok sama ya tema yang kita pakai, mau bukti lihat aja di http://www.miftahulanwarma.wordpress.com ga apa yg pnting sama-sama ok

    Comment by miftahulanwarma | November 24, 2008 | Reply

  16. saya sedang mencari bahan tentang permainan2 untuk mengajar b. inggris di SD…bagi teman2 yang punya ide kirim ke email q yah ifiet_cute@yahoo.com….kirim sebanyak2nya!!!!

    Comment by ifiet | February 24, 2009 | Reply

  17. saya sedang memmbuat TA tntang mengatasi kejanuhan dlm belajar bhs,inggris. tolonh mta bantuannya.Eka_nurhayati87@yahoo.com

    Comment by eka | March 6, 2009 | Reply

  18. Bu guru, kalau misalnya gurunya ga bisa nyanyi karena suaranya jelek dan sekolah tidak menyediakan media untuk listening, sebaiknya bagaimana dunk!

    Comment by tom | May 16, 2009 | Reply

  19. thanks ya,atas metodenya……sangat membantu dalam mengatasi situasi kelas yang saya tangani. gbu

    Comment by yanti | November 16, 2009 | Reply

  20. sy msh blm mnemukn metode yg srek d hati untuk mengajarkan bahasa inggris, sbnrnya byk sih tp mnta pendpatnya yah?

    Comment by siti mahmia nuronia | March 30, 2010 | Reply

  21. makasih pengalaman berharga nya

    Comment by zaris | September 25, 2010 | Reply

  22. senda

    Comment by susan | October 5, 2010 | Reply

  23. wah bgus sangat yah,,,,

    Comment by laila | October 6, 2010 | Reply

  24. ya memang ? belajar bahasa mandarin agak sulit dikarenakan penulisan dan penghafalan y di butuh kn proses waktu dan keterbiasaan dalampenguaan nya ?????……beritahu dong ??? tuan ,,bagaimana cara yg efektif dalam pengunaan nya

    Comment by daito dieto | February 19, 2011 | Reply

  25. terimakasih kawan 2 ni aku juga lagi nyari ni gi mana cara belajar mengajar agar tidak membosan kan . dan di sini kursus belajar bahasa korea . baru aku temukan cara menghafal hitungan dalam bahasa korea yaitu sambil olah raga di lapangan , misal niya senam terus di hitung dengan bahasa korea.

    Comment by fiton nur satoni | December 1, 2012 | Reply

  26. dalam sebuah bahasa phonetikgraf contohnya bahasa inggris, perancis dan indonesia yg menerapkan sistem simbol tertentu yang dipadukan menjadi bunyi tertentu yang tertuang dalam alfabet dari a-z mempunyai sistem rangkai huruf menjadi kata tertentu sehingga terbentuk maksud tertentu, sedangkan dalam aksara mandarin tidak mengenal sistem ini. cara yang paling mudah untuk memahami makna dari setiap karakter ( huruf ) mandarin adalah pelajari dulu dasar pembentuk karakter mandarin yang sebetulnya sebuah phiktograf dan ideograf sebuah benda atau karakter tertentu. dengan prinsip mengenal benda melalui bentuknya yang tertuang di dalam radikal karakter dan setelah digabungkan akan membentuk ide2 terbaru membentuk maksud tertentu. memang membutuhkan waktu untuk memahami karakter dasar pembentuk hanzi yang berjumlah kurang lebih 500 huruf. namun bila memahaminya dengan baik maka tidak sulit memahami ribuan karakter yang sebetulnya hanya terdiri gabungan phiktogaf dan ideograf tersebut. untuk metode pengajaran seperti ini guru harus menyelami metode kuno yang tertuang dari “enam kitab”. cara ini sudah langka dan ingin mengenal metode ini silahkan hub ke nomor 081284604976. xiexie

    Comment by fendi | December 12, 2012 | Reply

    • hanziguan center

      Comment by fendi | December 12, 2012 | Reply


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: