Retno Damayanthi

…my hope, thoughts, and inspiration.

Alih Fungsi Trotoar

Trotoar adalah jalur pejalan kaki yang umumnya sejajar dengan jalan dan lebih tinggi dari permukaan perkerasan jalan untuk menjamin keamanan pejalan kaki yang bersangkutan.

Para pejalan kaki berada pada posisi yang lemah jika mereka bercampur dengan kendaraan, maka mereka akan memperlambat arus lalu lintas. Oleh karena itu, salah satu tujuan utama dari manajemen lalu lintas adalah berusaha untuk memisahkan pejalan kaki dari arus kendaraan bermotor, tanpa menimbulkan gangguan-gangguan yang besar terhadap aksesibilitas dengan pembangunan trotoar. (wikipedia)


Apakah definisi tersebut di atas sesuai dengan keadaan trotoar sekarang ini? Nggak banget! Trotoar saat ini memiliki banyak sekali fungsi yang melenceng jauh dari tujuan awal pembuatannya. Fungsi trotoar saat ini adalah:

1. jalur tambahan untuk motor, terutama kalau jalan utama macet atau mau berjalan melawan arus.

2. tempat parkir mobil dan motor.

.

.

3. tempat menanam pohon.

.
4. tempat pedagang kaki lima.

.

5. tempat semua tiang berada (tiang listrik, tiang telepon, tiang lampu jalan, dll)

.

Dengan alih fungsi trotoar tersebut di atas membuat para pejalan kaki sangat dirugikan. Dari segi kenyamanan juga keamanan. Di mana lagi pejalan kaki bisa berjalan kalau trotoarnya sudah penuh begitu?

October 12, 2008 - Posted by | Opini

20 Comments »

  1. Satu lagi no yg lupa lo tulis. Trotoar juga berfungsi sebagai tempat mangkalnya gepeng alias gelandangan dan pengemis. Coba aja sepanjang jalanan ibu kota pasti banyak pengemisnya, dari yg bayi ampe yg sudah out of date, yg sehat dan yg jauh dari sehat, yg cakep (menurut standar gepeng)ampe yg jauuuhhhh dari cakep. Silahkan pilih mau naro recehan dikategori manaan.

    Gmana mau budaya jalan kaki wong trotoarnya aja penuh dan puanaaasss. Yg ada kemringet n aseeemmm hiiiyyyyyyyyy

    Comment by yubithea | October 13, 2008 | Reply

  2. betul tuh…..di negeri kita ini
    perilaku seenaknya msh mendominasi
    banyak menganut pemeo yg salah ;
    ‘sikat dulu, perkara belakangan’
    makanya selain trotoar, di mana-mana
    bnyk badan jalan digunakan tempat jualan
    akhirnya ya….macat tak bs dihindari

    Comment by mikekono | October 13, 2008 | Reply

  3. Trotoar khan dah alih status…
    Kalo malem khan sering kita jadikan lesehan… halah😀

    *pasangdonkphotonya*

    Comment by cenya95 | October 14, 2008 | Reply

  4. Trotoa……r, kasihan dech, sudah rubah fungsi dari awalnya, yach itulah negara kita mbak Enoo.. yang penting mulai diri kita mari kita tempatkan apa-apa itu sesuai dengan fungsinya, ok.
    http// : qolilmuh. wordpress. com.

    Comment by subpokbarab | October 14, 2008 | Reply

  5. Tuti,
    iya betul tuh ya soal pengemis, btw sejak kapan dirimu jd pengamat pengemis? ada yang cakep yah? hehehe

    mikekono,
    iya betul di jembatan penyebrangan juga banyak tuh pedagang sampai susah lewatnya..

    pak Okta,
    hehhe lesehan ya ya ya

    mas Qolil,
    ok..!

    Comment by Retno Damayanthi | October 14, 2008 | Reply

  6. harus segera direvisi tuh definisi trotoarnya biar nyambung antara teori dengan praktek he he he…

    kira-kira kalo funsinya sudah seperti itu definisinya jadi apa yah ???

    Comment by Suzamar | October 14, 2008 | Reply

  7. Jadi ingat kata-kata seorang dosenku dulu:

    “Peradapan suatu bangsa dapat dilihat dari bagaimana bangsa tersebut memperlakukan pejalan kaki”

    Comment by coretanpinggir | October 14, 2008 | Reply

  8. Nampaknya makin hari jalan makin harus lebar ya….karena jumlah pengguna kendaraan roda dua juga makin hari makin bertambah. sampai menerobos jatah pejalan kaki ya. atau memang pejalan kaki sudah pada naik motor ya….Terus kalau Retno nggak kebagian tempat parkir dan trotoar gimana tuh?
    Ini lagi yang jualan di trotoar. apa pejalan kakinya semua sudah jadi pedagang ya…?
    BTW thanks ya…sudah mampir ke rumah saya. Slam kenal.

    Comment by Pakde | October 15, 2008 | Reply

  9. sulit mencari trotoar yang nyaman dikotaku ini

    Comment by easy | October 16, 2008 | Reply

  10. Eh betul banget deh Eno, sekarang tuh orang dah gak tau kali mana jalan aspal mana trotoar😦 . Teman saya malah pernah hampir keserempet motor di trotoar! Coba deh bayangkan, keserempet di trotoar yang jelas-jelas buat pejalan kaki weleh…weleh

    Comment by risa | October 16, 2008 | Reply

  11. Pak Suzamar,
    mungkin definisinya menjadi : Trotoar adalah jalur pejalan kaki, kendaraan bermotor, pedagang kaki lima, pohon2 dan tiang2 yang umumnya sejajar dengan jalan dan lebih tinggi dari permukaan perkerasan jalan untuk membantu pihak2 yang membutuhkan jalur tambahan.🙂

    Coretanpinggir,
    setujuh!

    Pakde,
    iya pakde, lama2 pejalan kaki punah deh semua berganti menjadi pedagang dan pengemudi kendaraan bermotor.

    Easy,
    kotanya mana? Jakarta ya? iya ya..
    makasih udah berkunjung🙂

    Mbak Risa,
    hehehe iya nih tambah gak karuan aja jalanan ibukota. Semua berubah jadi jalan raya. Weleh weleh juga deh :-S

    Comment by Retno Damayanthi | October 16, 2008 | Reply

  12. kayaknya dah dari dulu banyak yg menyalahkan gunakan fungsi trotoar, kasihan yg mau jalan kaki

    Comment by Elys Welt | October 16, 2008 | Reply

  13. aturan dibuat untuk dilanggar ya mba.
    inilah pemandangan negeri ini..

    Comment by azlan | October 17, 2008 | Reply

  14. hhmmmmm,
    sabar ya no,
    saya curiga,
    kamu kalo udah bawa mobil juga parkir di trot,

    Comment by pengendara | October 17, 2008 | Reply

  15. 5. Tiang listrik … mmm OK … mungkin tiang listrik itu ada duluan .. baru dibangun trotoar
    4. Tempat Jualan … no comment … (ini dilematis)
    3. Pohon … ini juga sama dengan nomer 5 … mungkin pohon itu duluan ada .. baru dibangun trotoar
    2. Parkir Mobil / Motor … mmm gimana ya … lahannya memang mungkin terbatas …
    1. Untuk Jalur Motor … Oh Tiiiiddddaaaakkkkk !!!
    (trainer motor.phobia …)

    Comment by nh18 | October 17, 2008 | Reply

  16. Klarifikasi …
    Trainer tidak benci Biker …
    Trainer ini membenci siapapun pengendara yang tidak tahu aturan …

    (dari pada digebukin biker sa endonesa …)

    Comment by nh18 | October 17, 2008 | Reply

  17. Elys Welt,
    iya benul.. kasian pejalan kaki..

    Azlan,
    aih aih ngapain buat peraturan ya kalo untuk dilanggar? Menaikkan adrenalin kali hehehe

    Pengendara,
    jangan suka curiga ah, henteu good atuh hehehe..

    pak NH
    ga ada deh yang bisa gebukin pak NH abis lucu siihh hehehhe😉

    Comment by Retno Damayanthi | October 17, 2008 | Reply

  18. kesadaran masyrakat indonesia memang masih sangat kurang, padahal apabila semua orang mau sadar akan pentingnya merawat semua fasilitas yang telah dibangun oleh pemerintah semuanya pasti akan berjalan dengan lebih teratur…

    Comment by vei | October 21, 2008 | Reply

  19. Kondisi saat ini adalah potret kinerja dari pemerintah pusat dan daerah yang tidak mampu memberikan ruang publik yang nyaman,aman dan bersih kepada masyarakat, juga menggambarkan bagaimana sikap dari sebahagian masyarakat kita yang tidak perduli dengan penggunaan dan peruntukaan trotoar, ironis sekali saat masyarakat di banyak negara sudah sangat maju dalam banyak hal dan kita ? kayaknya masih lebih banyak jalan di tempat. Salam

    Comment by David Pangaribuan | October 23, 2008 | Reply

  20. Trotoar termasuk fasilitas umum, tapi banyak yang memanfaatkannya, pemilik rumah merasa trotoar miliknya, pemda merasa trotoar tidak perlu diatur dari awal, tapi kalau sudah macet baru operasi kaki lima. suatu contoh dari : hak rakyat kecil selalu yang diabaikan oleh siapapun (bisa dibilang dirampas oleh orang/oknum yang merasa sedang perlu untuk menggunakan trotoar).

    Comment by sulaiman | October 29, 2008 | Reply


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: