Retno Damayanthi

…my hope, thoughts, and inspiration.

Naik Taxi

Pada suatu Sabtu malam saya berjalan-jalan di sebuah pusat perbelanjaan di Depok bersama seorang teman perempuan. Kami berniat menonton film di bioskop namun karena waktu itu sudah sekitar pukul delapan malam  maka kami memutuskan untuk menonton film yang terakhir yakni pukul 21.25.

Film selesai sekitar pukul 23.30. Kami pulang naik Taxi, menuju rumah saya karena teman saya memutuskan untuk menginap di rumah. Kami menyetop sebuah Taxi yang cukup terkenal, berwarna kuning. Namun ada beberapa kejanggalan yang terjadi selama perjalanan.

Kejanggalan pertama, jendela supir dan jendela di sebelahnya dibiarkan terbuka. Kami maklum kalau pada saat tidak ada penumpang jendela terbuka mungkin sang supir ingin menghirup udara luar. Kemudian saya tanya pada supir, “pak jendelanya tolong ditutup dong”. Namun sang supir tidak mengacuhkan saya. Saya pikir mungkin dia tidak mendengar karena lalu lintas memang masih tergolong ramai walaupun tengah malam. Kemudian saya mengulangi pertanyaan saya, sang supir masih diam saja. Kemudian saya tepuk pundaknya dan kembali memintanya menutup jendela. Akhirnya dia meminggirkan mobilnya dan menutup jendelanya. Entah kenapa, suasana menjadi mencekam. Saya dan teman saya berusaha santai dan mengobrol untuk mencairkan ketegangan.

Kejanggalan kedua, dalam perjalanan, saya baru menyadari bahwa kedua pintu belakang tidak ada tombol kunci. Setahu saya walaupun kunci pintu dilakukan secara otomatis, namun bukankah harusnya tombolnya tetap ada? Entahlah saya tidak berani menanyakannya.

Untunglah rumah saya tidak jauh. Sehingga hanya dalam waktu kurang lebih setengah jam kami telah sampai. Waktu telah menunjukkan pukul 00.30. Kejanggalan ketiga pun terjadi. Ketika taxi berhenti, kami berusaha membuka pintu namun tidak berhasil. Sang supir diam saja di depan tidak menoleh. Kami yang panik segera bilang ke supir, “pak kok pintunya nggak bisa dibuka?” Sang supir menjawab (juga tanpa menoleh), “memang pintunya harus dibuka dari luar”. Kemudian dia keluar dan membukakan pintu untuk kami.

Segera kami keluar dan meninggalkan taxi itu. Mana taxi itu juga tidak segera pergi. Mengerikan. Namun kami masih bersyukur tidak ada hal buruk terjadi pada kami. Kami berpikir, mungkin karena kami berdua. Bagaimana kalau saya atau teman saya itu naik taxi sendiri? hiyy…besok-besok kalau naik taxi memang sebaiknya kita cek dulu pintu, kunci dan jendelanya. Mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

December 23, 2008 - Posted by | Pengalaman Pribadi

15 Comments »

  1. Ah …
    Syukurlah kalian tidak apa-apa No …
    Memang kita harus extra hati-hati jika menggunakan Taxi apalagi pada malam hari …

    Salam Saya No’

    Comment by nh18 | December 23, 2008 | Reply

  2. Taxi crime???? weleh2 kenapa nggak SMSin Pakde?….syukur lah….makanya saya anti naik taxi..takut di perkosa…!

    Comment by theKRY™ | December 23, 2008 | Reply

  3. emang aneh…mencurigakan. saya aja biar cowok kalo sendirian dan ngalamin kayak gitu lumayan panik juga. jurus 18 telapak naga nggak keluar kalo dikeroyok 3 orang…

    Comment by geRrilyawan | December 24, 2008 | Reply

  4. Waspadalah, waspadalah!!!

    Comment by imcw | December 24, 2008 | Reply

  5. Syukurlah mbak Retno tidak ada kejadian..tetapi mencekam, saya merasakannya.
    Saya tidak pernah naik taksi kalau bukan blue bird, atau groupnya blue bird. meskipun itu siang hari.
    Hati-hati mbak..jakarta banyak orang jahatnya….

    Comment by Singal | December 24, 2008 | Reply

  6. Iyaaa, waspada boleh. Tapi saya kira taksinya bener-bener rusak. Maklum harga melambung tinggi. Atau mungkin taksi gelap

    Comment by abuthoriq | December 24, 2008 | Reply

  7. hhmm buat kedepannya bawa merica tuh buat jaga-jaga

    Comment by omiyan | December 24, 2008 | Reply

  8. om NH,
    makasih om, iya untung kami selamat yaa kalo ngga, ga bisa bikin postingan ini hihihi😆

    Pakde,
    aduh mau sms pakde takut ganggu kan malem2, pakde pasti udah bobo..!

    geRrilyawan,
    18 telapak naga? banyak amat telapaknya?!

    imcw,
    waspadalah!

    pak Singal,
    ya betul bluebird terpercaya namun waktu itu saya pikir, taxiku kan juga udah lumayan terkenal:mrgreen:
    eh jd nyebutin perusahaannya hehhee…

    abuthoriq,
    mungkin aja rusak, tp kan serem kalo gitu. Taxi gelap? memang gelap sih soalnya malem😆

    omiyan,
    merica? ide bagus!

    Comment by Retno Damayanthi | December 25, 2008 | Reply

  9. lagian jangan pergi malam2…

    Comment by hadi hao | December 25, 2008 | Reply

  10. Makanya naik yang biru aja yang jelas aman…

    Btw, jadi selama itu ga pernah liat2an ma muka supirnya???

    Comment by Ayam Cinta | December 26, 2008 | Reply

  11. Berdoa ajalah,,yg penting jangan lakuin yang g penting,,apaan tu??heeeee

    Comment by alfi | December 30, 2008 | Reply

  12. […] Enno : “NAIK TAKSI” […]

    Pingback by THE BEST FROM MY FRIENDS #1 « The Ordinary Trainer writes … | December 31, 2008 | Reply

  13. Lho mbak apa Kga’ salah warna ???….
    bPk WaPress Said ” Klo yg BaHaYA WrNa Merah…(ngantuk Kleee)
    TrnYta SUrvey Laen Ya….Hehehe🙂

    Comment by fajararabics | December 31, 2008 | Reply

  14. Assalamualaikum Wr. Wbr.
    Kunjungan perdana diawal tahun ini. muda-mudahan di tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya. amiin.
    salam kenalan ya.

    Comment by syaiful | January 1, 2009 | Reply

  15. Wah..berarti kriminalitas sudah merambah taxi2 di depok juga ye mpok.. (ya iyalah, masa ya iya dong) He2, but thk God akhirnya gak ada apa2 ya no..

    Comment by Otte | January 23, 2009 | Reply


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: