Retno Damayanthi

…my hope, thoughts, and inspiration.

Stand on Your Student’s Shoes

Dalam kesempatan ini saya akan berbagi mengenai apa yang saya dapat dalam bulan pertama mengikuti kursus Dasar Instruktur Bahasa Inggris (DIBI). Salah satu hal baru yang saya dapatkan adalah istilah “to be a good teacher you should stand on your student’s shoes”. Apakah arti istilah ini? Berikut ini sekilas penjelasannya.

.
Sebagai guru, kita harus berusaha untuk memikirkan apa yang siswa kita pikirkan dan merasakan apa yang siswa kita rasakan. Apabila kita melakukan ini maka akan tercipta suatu pengertian kita terhadap siswa dan diharapkan kita dapat memberikan materi pelajaran dengan cara yang tepat untuk dapat diterima dengan siswa.

Secara pribadi, dengan menjadi siswa kursus ini membuat saya berpikir menjadi siswa dan merasakan kehidupan menjadi siswa. Saya menjadi tahu kapan saat-saat krisis yaitu ketika para siswa mudah mengantuk dan lelah sehingga menjadi agak sulit menerima pelajaran. Saya menjadi mengerti bahwa terkadang siswa juga memiliki masalah lain yang harus dipikirkan, bisa berkaitan dengan keluarga atau juga tempat kerja. Saya juga menjadi tahu kalau siswa kadang-kadang juga memiliki banyak waktu luang di sore hari (hehee harus tambah kasih PR nih). Semoga pengalaman ini membuat saya bisa memperbaiki kinerja saya sebagai guru dalam memberikan yang terbaik untuk siswa saya.
Apakah anda mempunya tips2 lain?

April 17, 2009 - Posted by | About English

11 Comments »

  1. Datang dengan penuh semangat,
    Semangat berada di sini
    Salam hangat selalu
    ps: sepatu siapa ni…?

    Comment by cenya95 | April 20, 2009 | Reply

  2. Heee… pertamax…:mrgreen:

    Comment by cenya95 | April 20, 2009 | Reply

  3. Setuju …
    Knowing Your Trainee …
    Understanding Your Trainee …

    Ini langkah pertama sebelum kita ngajar mereka …

    Kalo perlu hafalkan nama mereka …
    Ini langkah kecil namun percayalah … dampaknya akan luar biasa …

    Salam saya

    Comment by nh18 | May 4, 2009 | Reply

  4. aduh pakai sepatu ya….hmmmmmm😦

    Comment by kencus | May 6, 2009 | Reply

  5. balik lagi… ncari yang tertinggal…
    salam superhangat

    Comment by cenya95 | June 9, 2009 | Reply

  6. Yes Indeed …
    kemampuan untuk menyelami jiwa para Trainee adalah hal yang paling mendasar bagi seorang trainer …

    hal yang lain sih itu umum-umum saja …
    Kuasai Modul … Kuasai Venue … Kuasai Gadget

    Comment by nh18 | June 15, 2009 | Reply

  7. Hi Eno,
    Setiap instruktur memang diharapkan hrs mempelajari kebutuhan siswa secara umum sebelum menyusun sebuah kurikulum. Kurikulum unt siswa yg belajar, misalnya, ‘general Eng course’ dg ‘spesific Eng course’, tentu saja berbeda. Kurikulum yg sama unt jenis kursus yg sama tetapi kelas berbeda, akan ada kemungkinan menggunakan metode pengajaran yg berbeda. Hal ini dapat disebabkan oleh tidak sama persisnya daya serap siswa ataupun ketertarikan mereka thd topik yg dibahas, bahkan dp disebabkan oleh tingkat humor siswa yg berbeda . Bahkan pada kelas yg sama (yg siswanya itu-itu juga), pemberian materi pelajaran yg sama hrs disesuaikan dg hari dan waktu pengajaran (umumnya semangat siswa pada hari Senin dan Jumat lbh tinggi dr hari lain, tetapi jenis semangatnya beda hehehe).
    So… kesimpulannya: instruktur itu penuh perjuangan ya….
    Wish the best.

    Comment by Yuline | July 15, 2009 | Reply

  8. Eno !

    kenapa kamu suka pakai baju merah ?

    merah baju merah
    kalau ditegur jangan marah

    salam hangat buat kamu.

    Comment by pakcikli00 | August 1, 2009 | Reply

  9. Yup, benar sekali. Hal ini kadang dilupakan oleh guru.
    Contohnya saya yang dulu sudah terbiasa belajar di Tiongkok dengan cara mengajar guru Tiongkok selama 4 tahun, begitu pulang ke Indonesia dan harus mengajar, saya begitu saja menggunakan cara mengajar yang saya rasakan di Tiongkok. Akhirnya baru sadar kalau di Indonesia segalanya berbeda, baik lingkungan bahasa yang tidak mendukung, maupun kondisi muridnya. Jadi ya memang benar, saya harus terus memposisikan diri sebagai murid yang sedang saya ajar, apakah apa yang saya sampaikan benar-benar bisa dimengerti dan diterima dengan baik.

    Comment by Budi Kurniawan | November 4, 2009 | Reply

  10. yang pasti, menjadi instruktur bahasa sangat menyenangkan, instruktur dituntut kreatif atau kaya akan ide, bagaimana caranya siswa merasa nyaman belajar dengan kita, sekalipun yg diajarkan adalah grammar yg seringkali membuat siswa cepat mengantuk, sssssttttt siswa bisa mengantuk, guru tdk boleh mengantuk, siswa suka duduk selonjor, guru mana sempaaattt hehe.

    Comment by effy | November 18, 2009 | Reply

  11. wah hebat ya kakak, sukses buat kakak..

    Comment by dinda | September 26, 2010 | Reply


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: