Retno Damayanthi

…my hope, thoughts, and inspiration.

Kecanduan Facebook

Sejak akhir tahun 2008 saya mulai bergabung dalam jejaring sosial Facebook. Sebelumnya saya sudah ikutan situs jejaring sosial Friendster dan Hi5 namun karena banyak teman mengajak untuk ikutan Facebook maka saya tertarik. Friendster dan Hi5 pun berangsur saya tinggalkan.

Setelah bergabung dengan Facebook (Fb), saya merasakan ada beberapa efek positif dan negatif. Diantaranya sebagai berikut:

Efek Positif :

• Banyak kenalan
Saya termasuk orang yang tertutup, temannya sedikit dan agak susah dalam bergaul dengan orang baru. Melalui Fb saya banyak berkenalan dengan orang-orang baru, temannya teman, atau bahkan saudara baru kenal. Menyenangkan sekali bisa berkenalan melalui Fb yang di dunia nyata mungkin impossible untuk bertemu atau berkenalan.

• Keep in touch dengan teman lama
Di Fb saya menemukan teman-teman lama yang hampir hilang tertelan bumi. Hehehe… tiba-tiba saja ketemu sama teman-teman SD, SMP, SMA dan kuliah akhirnya melalui Fb bisa tahu kabar mereka sekarang, ada di mana, kesibukan apa, anaknya berapa. Tapi sayangnya saya belum menemukan teman-teman TK nih, hehe… soalnya juga sudah lupa siapa aja dan dulu ngapain aja sama mereka :mrgreen:

• Sumber informasi
Fb juga bisa sebagai sumber informasi. Waktu ada bom di kuningan, ada tsunami di Jepang, meninggalnya Adjie Masaid, dll, saya tahu informasi pertama dari status teman-teman di Fb.

• Menyalurkan kenarsisan
Dengan feature album foto, kita dapat mengupload foto-foto pribadi sebanyak-banyaknya. Mulai dari foto kegiatan sehari-hari, foto makanan yang dimakan, sampai foto diri sendiri dalam berbagai pose dan bentuk. Untuk orang yang agak narsis seperti saya, hal ini menyenangkan hehehe… Apalagi sekarang foto bisa diupload dengan mudahnya dari handphone.

• Menghilangkan stress
Fb juga bisa menghilangkan stress loh, saling berbagi cerita atau foto lucu, bercanda bersahut-sahutan komen dengan teman-teman sangat menghibur. Hal itu dapat menghilangkan kejenuhan dalam kehidupan kita yang keras loh, sekeras silet.. (ups)

Continue reading

April 21, 2011 Posted by | Opini | 9 Comments