Retno Damayanthi

…my hope, thoughts, and inspiration.

Jangan Remehkan Sakit Kepala (2)

Seperti cerita yang aku tulis sebelumnya, tentang penyakit ibu aku, itu semua belum berakhir. Hasil PA yang keluar seminggu setelah operasi menunjukkan bahwa benar jenis tumor ibu aku itu GBM grade 4

Rasanya sediiih banget dengarnya. Langsung browsing-browsing internet cari info tentang jenis tumor tersebut. Dari semua info yang diperoleh mengatakan tumor ini ganas sekali, tidak ada yang bisa menghilangkannya. Hal yang bisa dilakukan adalah menghambat laju pertumbuhannya.

Ya Tuhan, kami bingung dan nggak tau harus bagaimana. Dokter menyarankan untuk melakukan radioterapi dan kemoterapi, walaupun dokter juga tidak bisa menjamin berhasil. Akhirnya karena mama juga sudah lelah dengan RS, kami memutuskan untuk berobat herbal ke dokter kanker herbal di Bintaro. Selama pengobatan herbal, mama menjadi vegetarian serta rajin minum obat herbal. Mama menjadi fit dan ceria. Senang sekali mendengarnya sehat. Aku juga bisa bercakap-cakap dengannya melalui telefon hampir setiap hari. Namun di awal November kesehatan mama kembali menurun. Ketika aku pulang, mama terlihat kurus dan lemas. Sering menghabiskan waktu di kamar untuk berbaring. Mama kembali merasakan sakit kepala.

Pertengahan November kami membawanya ke RSCM untuk diperiksa langkah apa yang harus dilakukan. RSCM menyarankan untuk segera disinar (radioterapi). Pulang periksa mama lemah sekali hingga muntah di mobil. Seminggu kemudian kami membawanya ke RS Siloam untuk CT Scan Karena kami curiga, tumornya sudah tumbuh lagi.

Benar saja, ketika hasil CT Scan keluar, tumor mama sudah tumbuh lagi, hampir sebesar sebelum operasi bulan Juli lalu. Bengkaknya lebih besar dan mendekati batang otak. Dokter bilang harus segera dioperasi karna kalau sampai kena batang otaknya, mama bisa koma.

Kaget sekali mendengarnya. Sementara mama semakin lemah setelah CT Scan. Kami menginap di rumah kakak aku yang kebetulan dekat dengan RS Siloam. Kami berencana membawa mama ke RSCM keesokan harinya.

Jumat pagi tanggal 25 November mama koma. Tidak bergerak namun masih bernafas. Kami segera menelefon ambulance dari RS Siloam dan mama segera masuk ruang HCU. Akhirnya dua hari kemudian yakni Minggu tanggal 27 November 2011, mamaku menjalani operasi yang kedua. Untungnya aku sudah pulang sehingga aku bisa menemani mama di RS hingga seminggu full.

Kondisi mama setelah operasi yang kedua tidak sekuat setelah operasi yang kedua. Mama tampak lemas dan butuh waktu lama untuk pemulihan. Namun semangatnya tidak pernah padam. Mama selalu semangat untuk menjadi mandiri.

Saat ini mama sudah di rumah. Kami sudah mendaftarkannya untuk ikut radioterapi dan kemoterapi di RSCM. Minggu lalu sudah melakuakan CT Plan, tinggal menunggu telefon untuk jadwal kemudian. Harapan kami tidak pernah padam, semoga mama ku bisa sembuh… Semangat ya ma 🙂

Advertisements

January 6, 2012 Posted by | Keluarga | 7 Comments