Retno Damayanthi

…my hope, thoughts, and inspiration.

Keluarga Berencana

happy-family-cartoon-illustration-33242307Sebenarnya, berapa sih jumlah anak yang ideal dalam sebuah keluarga? Untuk mengendalikan laju pertumbuhan penduduk, dahulu pemerintah Indonesia menggalakkan program KB, 2 anak cukup. Apa benar cukup? Mengingat masyarakat kita dulu memiliki pendapat ‘Banyak Anak Banyak Rejeki’. Dahulu, program KB lumayan sukses, banyak keluarga merencanakan kehamilan dan memiliki hanya 2 anak saja. Namun pada setiap kebijakan pastilah ada pro dan kontra.

Saya adalah anak bungsu dari tiga bersaudara. Kakak saya perempuan semua, umur mereka berdekatan, sedangkan umur saya jauh di bawah mereka. Sehingga, waktu kecil saya kadang merasa kesepian. Mama menjadi teman terbaik saya, apalagi sejak kakak-kakak saya menikah tahun 2002, mama menjadi tempat curhat saya yang sangaaaat baik🙂

Nah, dari kecil saya selalu mendambakan seorang adik. Saya pikir, pasti senang kalo punya adik yang umurnya tak jauh beda dari saya, bisa jalan2 ke mall bareng, bisa curhat-curhatan lebih enak karena seumuran. Jadi dari kecil saya bercita-cita memiliki anak 4, karena 3 kayanya kurang.

Setelah beranjak dewasa, saya melihat keluarga yang memiliki 2 anak terlihat lebih bahagia. Sang anak karena masing2 hanya memiliki satu saudara kandung, jadi lebih menghargai satu sama lain. Mau tidak mau, itulah saudaranya satu-satunya hehe.. Walaupun ada juga sih yang cuma 2 bersaudara tapi malah ngga akur karena beda kepribadian.

Orang tua saya pernah bilang, sebaiknya jumlah anak itu ganjil, misalnya 3 atau 5. Karena kalo bertengkar beda pendapat, kalo voting jadi bisa ada yang menang. Kalo 2 atau 4, trus jumlah votingnya sama gimana, ga selesai kan masalahnya hehehe…

Kalo di China yang menerapkan “One China Policy”, beberapa masalah mulai timbul. Jumlah orang tua jauh lebih banyak dari jumlah orang usia produktif. Menurut dosen saya sewaktu saya belajar di China dulu, dalam satu keluarga yang anaknya tunggal, sementara ayah dan ibunya juga anak tunggal, begitu juga dengan kakek dan neneknya adalah anak tunggal, maka beban tanggung jawab kedua orang tua dan dua pasang kakek nenek terletak di bahu anak ini. Kasian sekali… Makanya banyak orang tua di sana yang menabung dan memutuskan untuk pergi ke panti jompo ketika mereka tua, supaya nggak nyusahin anak maksudnya.. hiks hiks kasian juga sih ya…

Sekarang setelah menikah, saya berpikir berapapun anak yang akan diberiNya, akan saya terima dengan senang hati.. hehe.. maklum, sudah umur 31 tahun tapi belum dipercaya memiliki buah hati.

Nah kalo menurut teman-teman, berapa anak sih idealnya dalam sabuah keluarga?

January 13, 2014 - Posted by | Opini

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: