Retno Damayanthi

…my hope, thoughts, and inspiration.

Bekam

Pernahkah anda dibekam?

Saya pernah! Hehehe..sekitar sebulan yang lalu saya merasa tidak enak badan. Pegal-pegal dan sering cenat cenut. Suatu hari ketika sedang main ke rumah kakak saya di kota Deltamas Cikarang, kakak saya mengajak saya dan ibu saya untuk dibekam.

Deg-degan? Tentu sajaaaa…

Sampai di klinik, saya masuk ke suatu ruangan. Lalu punggung saya di kop kering dulu (tidak mengeluarkan darah). Kop digerakkan kesana kemari. Rasanya enak, kayak dikerokin. Setelah itu barulah dimulai ditusuk2 jarum dan dikop lagi untuk mengeluarkan darah kotor. Kurang lebih ada 13 titik kop di punggung. Kemudian karena saya mengeluh sakit kepala, maka pelipis saya pun dikop di kiri dan kanan. Rasanya enak loh, nggak sakit. Cuma kayak dipijit. Saya menikmati sekali. Setelah selesai, saya dipijit sampai ngantuk. Hehehe…

Setelah itu badan terasa segar. Entah beneran atau sugesti tapi yang pasti saya menikmati prosesnya. Sakit sih nggak, tapiiii bekas kop nya itu lama hilangnya, lebih dari 2 minggu. Kalau hanya di punggung sih nggak apa, tapi yang dikening bikin malu hehehe kayak tompel..

Tidak lupa saya mengabadikan wajah setelah dibekam…ah tidak mengurangi kecantikan kok…hehe preet :mrgreen:

Advertisements

April 19, 2011 Posted by | Pengalaman Pribadi | 4 Comments

My Top 10 Most Memorable Songs

Lagu adalah hal penting dalam hidup kita. Walaupun saya bukan penyanyi dan memang ngga bisa nyanyi, tapi kadang lirik-lirik lagu itu paaass banget sama moment2 hidup kita. Bahkan terkadang tanpa harus ngomong, dengan mengirim lagu sudah bisa mewakili perasaan kita ke orang lain. Sering banget dengar orang ngomong : “ih ini lagu gue banget deh” hehhee…

Kalau sedang sedih, dengar lagu sedih pun bisa sedikit mengurangi rasa sedih kita. Membuat kita ingat bahwa bukan cuma kita yang mengalami hal sedih tersebut. Sekarang saya mau menuliskan top 10 lagu yang memiliki kenangan tersendiri dalam hidup saya.
Here we go… (chronological order)

1. Ingat kamu – Dina Mariana

Lagu kesukaan saya yang pertama, mungkin waktu itu saya masih kelas 3 atau kelas 4 SD, jadi fansnya Dina Mariana hehe.. pernah nari lagu ini di acara 17an di panggung RT.

2. Waktu Hujan Sore-sore – Lagu Daerah

Lagu daerah dari Maluku, suka banget sama lagu ini, hafal liriknya juga. Lagu andalan kalo disuruh nyanyi. Jadi berasa kayak orang Ambon :-p

3. Good bye – Air Supply

Ini adalah lagu jaman saya SD. Lagu barat pertama yang saya bisa nyanyiin. Karena kakak saya menuliskan lirik dan artinya untuk saya, plus cara bacanya dalam bahasa Indonesia. Maklum waktu SD saya belum kenal sama bahasa Inggris hehe…

4. Celebration – Fun Factory

Punya kaset barat pertama ya albumnya fun factory ini. Suka, riang dan keren lagunya.

Continue reading

April 17, 2011 Posted by | Pengalaman Pribadi | Leave a comment

Bertemu Mantan Pacar

Gimana rasanya ketemu mantan? Waah deg-degan nggak yaaa…

Sebulan yang lalu mantan pacar saya (kham) kirim email dan bilang dia akan ke Jakarta selama 5 hari untuk mendampingi bosnya dalam suatu acara. Kaget dan deg-degan, itulah yang sempat saya rasakan. Bisa ngga ya ketemu dia, gimana ya nanti kalo ketemu, trus pacar saya (koko) cemburu ngga ya, dsb dsb…

Akhirnya tanggal 29 Maret lalu kami ketemu. Sebenarnya dia sudah sampai dari tanggal 28, tetapi dia belum bisa memakai sim card nya karena nggak tau kalo harus daftar dulu. Dia baru menelepon jam 3 sore. Dia bilang dia free sore itu, besok-besok mungkin nggak bisa ketemu lagi karena jadwalnya padat banget.

Waah bagaimana ini, sudah tiba waktunya apel siang, mana koko juga mau datang menjemput ke kantor, sebenernya rencananya kami mau ketemuan sekalian merayakan 19 bulan jadian hehehe… maklumlah akhir-akhir ini jarang banget ketemu, mungkin sebulan bisa cuma 2x ketemu karena dia lg sibuk buk buk buk..!! Duuh, nanti koko marah nggak ya…

Akhirnya selesai apel, koko sudah nunggu di luar kantor. Dengan deg-degan aku kasih tau koko kalo mantanku itu baru telp dan aku pengen ketemu, sekali aja. Untungnyaaa koko baik banget, dia mau antar aku ketemu Kham. Sebelumnya kami mampir mall dulu cari souvenir buat dia.

Continue reading

April 17, 2011 Posted by | Pengalaman Pribadi | Leave a comment

Menjadi SPG

Sejak kakak ipar saya meninggal dunia setengah tahun yang lalu, kakak saya mencoba beberapa usaha kecil-kecilan untuk mendapatkan pemasukan untuk membiayai anak2nya yang masih kecil-kecil. Saya berusaha membantunya dengan cara memberikan tenaga bantuan menemaninya menjadi SPG dalam usahanya berjualan, mulai dari jualan di pasar musiman sampai arena bermain pemancingan untuk anak-anak di mall.

Usaha kakak saya yang pertama adalah berjualan aneka aksesoris di depan Pemda Cibinong, pasar kaget yang ada tiap hari minggu pagi mulai pukul 07.00 sampai tengah hari. Banyak sekali orang yang datang untuk berbelanja. Sebelumnya saya sering datang ke sini untuk berbelanja namun sekarang saya berjualan. Kali pertama berjualan kami lupa membawa terpal untuk atap, jadilah kami berjualan panas-panasan. Namun kali kedua dan seterusnya kami telah mempersiapkan atap, kami juga menyewa lapak oleh penjual di sana karena kavling-kavling di sana sudah ada yang punya, mungkin karena mereka sudah lebih dulu di sana. Sebenarnya berjualan di sini sangat menyenangkan, ramai dan tidak mahal sewanya (sewa lapak perhari Rp.10.000,-) namun yang membuat tidak tahan adalah banyaknya pungli. Dalam waktu 1 jam bisa ada sekitar 4-5 pungli yang meminta bayaran mulai dari Rp.500,- atau Rp.1000,-. Dasarnya pun tidak jelas untuk apa. Ada yang memberikan kartu parkir, biaya kebersihan RW tertentu, bahkan ada yang tidak membawa apa-apa ujug-ujug minta duit. Saya perhatikan para penjual yang lain pun memberikan uang tanpa perlawanan. Padahal belum tentu untung yang didapat bisa menutup ongkos dan makan kami. Kami sempat beberapa minggu berjualan di sana dan sudah mendapat beberapa langganan. Namun karena untung yang didapat tidak sepadan dengan capeknya maka kami berhenti.

Continue reading

September 16, 2010 Posted by | Pengalaman Pribadi | 8 Comments

Sarung Bantal Jimat

Saya memiliki sebuah benda kesayangan. Barang kesayangan saya itu adalah sarung bantal nan jelek dan lusuh hehe… Setiap saat terutama sebelum tidur saya selalu mengurek-urek ujung sarung bantal yang sudah bersama saya sejak saya lahir. Apabila saya tidak membawa sarung bantal tersebut saat menginap di tempat lain, maka bisa dipastikan saya tidak akan bisa atau lama sekali untuk terlelap. Mama saya menyebutnya jimat karena sepertinya saya tidak bisa hidup tanpanya 🙂

Pada saat saya pergi ke aussie untuk kursus selama 4 bulan pada tahun 2007, sarung bantal tersebut saya bawa. Sayangnya sarung bantal itu secara tidak sengaja terbawa oleh petugas cleaning service yang tiap hari membersihkan kamar saya. Kemungkinan besar sarung bantal saya terbawa ke laundry bersapa sprei dan sarung2 bantal lainnya. Sang petugas berjanji akan mencarinya. Namun dengan sangat menyesal beberapa hari kemudian dia bilang sarung bantalnya nggak ketemu. Hiks, mungkin sudah hancur ya mengingat kain nya sudah lapuk.

Semenjak sarung bantal itu hilang, rasanya ada yang kurang dalam hidup saya terutama menjelang tidur. Tangan saya gatal ingin mengurek-urek sesuatu.

Pada tahun 2009 saya membeli sprei baru termasuk sarung bantal dan gulingnya. Setelah dipakai beberapa lama baru saya sadari kalau ujung sarung bantal itu tidak dijahit melainkan diberi pengeras yang membuat pinggirannya terasa tajam kalau dibelai. Ahh ini yang saya mau..!
Akhirnya sejak saat itu sarung bantal tersebut telah resmi menjadi jimat saya yang baru. Tiap malam saya urek-urek hingga kadang lupa dicuci hehhe… membuat warnanya menjadi lebih dekil dibandingkan dengan sprei dan sarung gulingnya. I’m loving it..!

Bagaimana dengan anda? Apakah anda memiliki jimat atau benda kesayangan seperti itu?

September 7, 2010 Posted by | Pengalaman Pribadi | 2 Comments

Belajar Masak

Sudah sebulan ini saya belajar memasak. Sebelumnya saya hanya bisa memasak mie instant dan masak nasi itupun pakai rice cooker hehehe… Sudah lama sebenarnya berniat mau mulai belajar masak tapi kok malas sekali dan nggak tau mau mulai dari mana, mengenali jenis sayuran pun aku sulit ^_^

Seringkali koko (pacar saya) meminta saya belajar masak, saya selalu jawab iya nanti ya, tapi nggak mulai-mulai. Akhirnya sebulan yang lalu koko membelikan buku masak berjudul 101 resep pilihan buat pemula. Di bagian bawah buku itu ada tulisan dijamin tidak gagal. Hehe hal ini membuat saya menjadi percaya diri.

Sejak saat itu setiap minggu saya memasak satu demi satu resep dalam buku. Lama-lama saya mulai menyukainya. Sekarang sudah kurang lebih 10 masakan yang berhasil saya masak. Walaupun rasanya tidak seenak masakan restoran tapi paling tidak masih layak di makan hehee..

Tidak hanya pacar yang gembira, keluarga saya pun ikut gembira. Mama sekarang suka minta tolong saya masak walaupun masakan sederhana seperti sayur sop dan tempe goreng. Tidak lupa saya selalu mengabadikan hasil masakan saya itu, buat kenang-kenangan nanti kalau suatu saat nanti saya sudah jago masak. Yang penting semangat dan tidak pernah lelah mencoba 🙂

Berikut adalah beberapa foto hasil masakan saya:

September 6, 2010 Posted by | Pengalaman Pribadi | 3 Comments

Picaulima’s Gathering

Beberapa minggu lalu Windy Picaulima, saudara saya yang saya kenal lewat facebook mencetuskan ide untuk mengadakan pertemuan keluarga besar Picaulima yang ada di facebook. Wah saya pikir pasti seru sekali. Sayangnya karena kesibukan masing2 personel (hihi kayak grup band aja) yang datang cuma sedikit. Saya datang bersama pacar dan kakak saya datang bersama keluarganya. Di sana telah menunggu windy keponakan saya bersama sepupu2nya. Ini pertama kalinya saya bertemu dengan mereka. Berbekal penjelasan dari seorang sepupu kami yang lain, kami yakin kalau kami memang saudara,  terlepas dari nama marga kami yang memang sama.

Pertemuan ini berlangsung di Cafe Lokananta di daerah Panglima Polim, Jakarta Selatan. Lokasi yang lumayan sulit, saya sempat nyasar-nyasar sampai satu jam di daerah sana. Bukan enno namanya kalo nggak nyasar hehee…
Acara diisi dengan saling mengobrol dan tukar cerita tentang diri dan keluarga masing-masing. Menarik sekali. Yang lebih lucu lagi, saya dan kakak saya ternyata kalau diurut silsilah adalah tante dari mereka semua. Haduh padahal mereka lebih tua dari saya, jadi agak aneh kalo dipanggil tante, sehingga saya minta dipanggil Enno saja, saya kan masih imut-imut hehhee.. Eh tapi bener loh, di sana saya merasa imut-imut soalnya saudara-saudara saya itu besar-besar.

Acara berlangsung sampai jam 9.15 namun saya dan kakak saya mendahului pulang duluan karena senin harus kembali bekerja. Pertemuan yang mengesankan, awal yang baik untuk menjalin silaturahmi dengan saudara-saudara. Kami merencanakan untuk mengadakan pertemuan lagi kapan-kapan. Hayu aja, siapa takut… 🙂

June 24, 2010 Posted by | Keluarga | 7 Comments

Punya Pacar ;)

Pertengahan tahun lalu tepatnya tanggal 29 Agustus 2009 saya resmi punya pacar…yeaahh resolusi 2009 tercapai juga hehhee..

Saya bertemu dia di kantor saya waktu kami sedang sama-sama menempuh pendidikan bahasa Inggris. Berawal dari cinta lokasi, berlanjut sampai sekarang. Menurut saya hubungan kami agak menarik. Kami berasal dari latar belakang dan latar budaya yang berbeda. Saya yang berasal dari keluarga Jawa-Ambon dengan dia yang keturunan China Lampung. Benturan kadang terjadi namun tidak terlalu besar karena kami memiliki toleransi dan tentu saja cinta yang besar.

Inikah lelaki yang diramalkan di kelenteng Sam Poo Kong tahun lalu? Let’s see…. Semoga hubungan kami awet ya.. Saya berharap kalau kami jodoh, maka lancarkanlah hubungan ini. Kalau bukan jodoh, yaa jadikanlah jodoh hehee….

June 22, 2010 Posted by | Pengalaman Pribadi | 12 Comments

Berita Sedih

Empat bulan lau tepatnya tanggal 22 Februari 2010  lalu kakak ipar saya Nur Adkha Setiawan atau yang biasa saya panggil mas Nawan meninggal dunia  secara mendadak dalam usia 35 tahun meninggalkan seorang istri (kakak saya) dan dua orang anak perempuan Andien (7 tahun) dan Alya (5 tahun). Kami sekeluarga terutama kakak saya sangatlah shock dan merasa kehilangan.

Menjadi orang tua tunggal sangatlah sulit apalagi kakak saya telah resign dari kantor tempatnya bekerja 2 tahun yang lalu atas permintaan suaminya. Saat ini dia sedang sibuk mencari kerja dan memikirkan masa depan anak-anaknya yang masih sangat panjang. Semoga kakak saya bisa bangkit dan memulai lagi hidupnya.

Sampai saat ini rasanya masih tidak percaya kalau mas Nawan telah tiada. Masih teringat jelas gurauannya, wajahnya yang selalu ceria, dan suara khas nya yang medok karena berasal dari Malang, Jawa Timur. Tidak pernah lupa juga, almarhum yang selalu mengajari saya menyetir mobil, yang dengan sabar mendampingi saya keliling-keliling kota dengan tangan siap menarik rem tangan berjaga-jaga kalau saja saya telat menginjak rem. Begitu banyak kenangan indah bersamanya…

Selamat jalan mas Nawan, semoga arwahmu tenang di sana bersama-Nya. Amin.

June 22, 2010 Posted by | Keluarga | 4 Comments

Mengajar di AKIP

Sebenarnya pengalaman ini sudah terjadi berbulan-bulan yang lalu, pada bulan Juli 2009. Kami sebagai siswa Dasar Instruktur Bahasa Inggris (DIBI) mendapat tugas praktek mengajar bahasa Inggris di AKIP (Akademi Ilmu Permasyarakatan) di daerah Gandul, Depok selama 4 hari.

di perjalanan menuju AKIPPada awalnya kami merasa panik karena tidak dapat membayangkan calon siswa kami yang merupakan taruna dan taruni AKIP. Kami mengajar taruna tingkat 2. Kelas mereka besar, 1 kelas terdiri dari 65 orang. Kemudian khusus untuk pelajaran bahasa Inggris yang akan kami berikan, mereka dibagi menjadi 4 kelas yang berbeda sehingga dalam 1 kelas hanya terdiri dari 16-17 orang saja.

Pada hari pertama saya mengajar, grogi bukan main. Saya mengajar dengan sangat kaku dan cenderung terburu-buru. Ingin rasanya waktu cepat berlalu. Selama mengajar, kami diawasi oleh seorang penilai yang tidak lain adalah guru-guru kami di kursus DIBI, juga disaksikan oleh beberapa teman sekelas. Walaupun kami sudah beberapa kali praktek mengajar teman-teman sendiri di kelas, tetap saja grogi tidak hilang2. Namun ternyata bukan hanya kami yang grogi, para siswa mengaku mereka pun grogi karena baru kali ini berada di kelas kecil, tempat duduk pun diatur seperti letter U sehingga siswa tidak dapat bersembunyi. Selama ini mereka berada di kelas besar berjumlah 65 orang itu dan tak terpisahkan. Sehingga ini merupakan pengalaman baru bagi mereka.

akip kelas APada hari pertama mengajar, siswa2nya pasif sekali. Apabila ditanya, tidak ada yang menjawab. Ketika ditunjuk untuk menjawab, suaranya pelan sekali. Sehingga saya berkali-kali meminta mereka berbicara lebih keras lagi. Mereka juga terkesan malu, takut membuat kesalahan. Padahal dalam belajar bahasa, kunci utamanya adalah berani mencoba dan tidak perlu takut salah karena membuat kesalahan adalah wajar dalam proses belajar.

Akhirnya 4 hari sudah lewat. Di hari terakhir, berat rasanya berpisah dengan para siswa. Mereka juga mengatakan mereka menikmati pelajaran bahasa Inggris dengan intensif seperti ini. Padahal mereka sudah lebih berani dan aktif dalam menjawab pertanyaan. Ketika guru memberi pertanyaan, beberapa dari mereka pun langsung menunjuk tangan untuk menjawab. Praktek mengajar berakhir, kami kembali ke rutinitas sehari-hari namun tidak lupa kami berfoto buat kenang-kenangan sebelum pulang.  Goodbye AKIP, see you next time 🙂

October 10, 2009 Posted by | About English | 8 Comments